Category Archives: News

  • -

Kunjungan & Penandatanganan MoU

Category : News

Kunjungan dan Penandatanganan MoU bersama Universitas Wahid Hasyim Semarang (UNWAHAS)

 

 

 

 

 


  • -

Kuliah Umum Bersama Rais Aam PBNU Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin

Category : News

 

Kuliah Umum bersama Rais Aam PBNU Prof. Dr. (H.C) K.H. Ma’ruf Amin di Islamic Centre Bojonegoro, acara tersebut diselenggarakan IAI dan UNU Sunan Giri Bojonegoro dengan tema “Arus Baru Ekonomi Indonesia”.
 

 

  • -

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru

Category : News

Kampus merupakan salah satu wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk menuntut ilmu, terutama bagi mahasiswa. Di sinilah tempat para ahli dan masyarakat mengembangkan ilmu pengetahuan dan menciptakan terobosan-terobosan baru dalam bidang ilmu pengetahuan. Sarana dan prasarana yang mendukung akan sangat membantu dalam proses pembelajaran mahasiswa, tak heran jika sebagian besar orang-orang sukses terlahir dari kampus, oleh karena itu kampus merupakan tempat pengembang ilmu pengetahuan.

1

2Mahasiswa baru dalam memasuki dunia kampus akan sangat memerlukan kesiapan mental, akademis dan juga sosial. Mahasiswa juga perlu mengetahui sarana yang tersedia untuk mendukung proses pembelajaran. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu adanya program pengenalan kampus atau sering dikenal dengan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) , dalam kegiatan ini, mahasiswa akan dituntut untuk aktif dalam kelompok maupun individu, akan ada bermacam-macam kegiatan untuk melatih mental dan juga kesadaran untuk selalu berinteraksi dengan sesama mahasiswa.

3

Selain itu, mahasiswa akan mendapatkan sosialisasi dari pihak kampus tentang sistem pembelajaran selama studi. Sehingga, mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan juga suasana kampus, serta apa saja keunggulan dan tata tertib yang diberlakukan dalam proses pembelajaran. Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di UNUGIRI BOJONEGORO merupakan satu kegiatan pemberian informasi akademis dan kemahasiswaan yang bertujuan untuk mempercepat proses adaptasi dengan kehidupan kampus yang akan dijalani. Adapun berbagai kegiatan untuk mengembangkan bakat dan talenta para calon mahasiswa baru, yaitu unjuk kebolehan untuk bernyanyi dan menciptakan yel-yel untuk menyemangati anggotanya, saat-saat seperti itu terkadang waktu di mana mahasiswa bisa menegenal satu sama lain dan mulai berbaur dengan sesama mahasiswa baru maupun kakak-kakak seniornya.

4

Dan selamat datang di kampus UNUGIRI BOJONEGORO untuk para calon mahasiswa baru, semoga di kampus ini kita bisa meraih sukses dan mewujudkan apa yang kita cita-citakan. Salam sukses 🙂 (yn)


  • -

Dosen dengan Usaha Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Category : News

Jiwa berbisnis dan mendidik telah melekat padanya. Bahkan Dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi UNUGIRI ini mampu memberdayakan masyarakat sekitar Desa Pomahan Kecamatan Baureno untuk menunjang kemajuan bsinisnya di bidang mebel furnitur dan pertanian.

20170105_114423_hdrTerik matahari yang tak begitu menyengat di SMKN Baureno tempat Agus mengajar. Agus memiliki usaha sampingan sejak ayahnya meninggal sekitar 4 tahun yang lalu. Pria kelahiran 24 September 1992 itu juga mempunyai bisnis di bidang pertanian dengan 5 orang yang digaji harian Rp 70 ribu – Rp 80 ribu untuk mengubah lahan yang tidak tergarap atau kosong menjadi lahan yang produktif dengan cara melihat peluang harga jual pasca panen seperti bibit cabe dan terong. Statusnya sekarang selain sebagai dosen juga guru tidak tetap di SMKN Baureno. Hasil gaji digunakan Agus sebagai modal usaha yang sedang ditekuninya sekarang.

Alumni S1 Teknik Mesin Otomotif Unesa dan S2 Teknik Industri ITATS ini punya pengalaman lucu ketika SMA. “Saya dulu pernah tercebur bersama sepeda motor saya saat menyebrang di Bengawan Solo untuk berangkat ke sekolah,” ujarnya sambil penuh senyuman. Cerita singkatnya adalah gemblengan kehidupan yang telah dia lalui penuh dengan ketabahan dan kesabaran sehingga dia mampu menyelesaikan studi S1, bahkan studi S2 telah dia selesaikan dengan lancer.

Bisa dibilang Agus ini adalah sosok cah jonegoro yang sangat penuh aksi dan bukti. Dia bias mengabdi sebagai guru dan dosen di usianya yang masih 24 tahun, sekaligus dia seorang pengusaha muda yang telah memiliki omzet hingga puluhan juta. Terlebih lagi, Agus mampu memberdayakan masyarakat yang berada di sekitar desanya untuk diajak bekerja, setidaknya ada 14 orang yang membantunya. (disadur dari Radar Bojonegoro 05/01/17)


  • 0

Menpora RI Sambangi Unugiri

Category : News

img_0094Rangkaian kedatangan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) H. Imam Naharowi ke Kabupaten Bojonegoro salah satunya adalah memberikan kuliah umum di IAI-UNU Giri Bojonegoro. Pada hari minggu (9/10) sekitar pukul 14.00 wib.

 

Dalam rombongan Menpora yang hadir menggunakan helikopter bersama dengan anggota DPR RI Hj. Anna  Mu’awanah dari Fraksi PKB mendarat di lapangan Desa Pacul setelah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tuban. Kuliah umum oleh Menpora mengambil tema “Revolusi mental Generasi Muda melalui Pendidikan Jasmani dan Olah Raga yang Berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah”. Dengan didampingi Forkopimda (Musyawarah Pimpinan Komunikasi Daerah), Bupati Bojonegoro, Suyoto, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro dan yang lainnya, rombongan menteri disambut jajaran dosen dan pengurus UNUGIRI.

img_0109Ketika memberikan stadium general, Menpora menyampaikan pesan bahwa generasi muda akan datang adalah penyambung estafet kemajuan bangsa. Oleh karena itu ia ingin anak muda harus bisa mengikuti kemajuan zaman dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. “Sekarang semuanya serba teknologi, dunia sosmed seakan menjadi tempat wajib bagi anak-anak muda dalam bersosialisasi. Secara perkembangan memang bagus karena tidak ketinggalan zaman, namun kita juga tidak boleh terlena dengan dunia sosmed yang membuat kita jarang melakukan sosialisasi dengan sesama masyarakat yang ada di lingkungan kita,” kata Menpora.

img_0114

Menurut Nahrowi, diceritakan dahulu anak-anak khusus membaca Alqur’an, tapi sekarang kalah dengan membaca media sosial. Serta para orang tua mengenalkan olahraga tradisional, karena untuk menjalin silaturrohim dan komunikasi antara sesama.

Seperti halnya liga santri yang digulirkan, para santri bermain sepakbola dan kyainya membacakan do’a atau khidzib agar memenangkan pertandingan. “Melanggengkan khidzib dan amalan untuk dipelajari, agar meraih prestasi. Tapi diimbangi dengan perkembangan modern,” jelasnya sambil tersenyum, diiring tawa undangan.

Menteri asal Bangkalan Madura ini juga menitipkan pesan bahwa anak muda sekarang jangan pernah kehilangan kreasi dalam berkarya. “Kalian harus menjadi pemuda yang kreatif dalam hal apapun, terus lah berkarya dalam semua bidang sesuai kemampuan kalian masing-masing. Saya yakin mahasiswa dari universitas ini kelak akan ada yang berhasil dan sukses,” tambahnya.

img_0118“Perkembangan budaya melalui olahraga, yang mana salah satunya olahraga beladiri pencak silat dan saat ini sudah dipertandingkan di kancah Internasional”, ungkap Menpora saat memberikan kuliah umum dihadapan seluruh peserta yang hadir.

Sementara Bupati Bojonegoro Suyoto ikut menyampaikan bahwa peran anak muda sekarang harus produktif, jangan konsumtif. “Perkembangan teknologi sekarang menjadi tempat bagi anak muda untuk berkarya. Kalian jangan hanya dimanfaatkan teknologi, tapi kalian harus bisa memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat,” kata Suyoto.

Sedangkan, Bupati Bojonegoro Suyoto menyampaikan, seiring perkembangan zaman warisan yang banyak sudah dihabiskan orang-orang terdahulu. “Untuk itu cara berfikir dirubah berfikir produktif. Sehingga generasi muda perlu di didik,” tuturnya.

Kuliah umum dari Menpora berakhir sekitar pukul 15.00 wib kemudian rombongan Menpora beserta Forpimda bergerak meninggalkan kampus dan melanjutkan agenda kunjungan Menpora yang lainnya.