unugiri.ac.id Bojonegoro – Tiga Program Studi di Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro memperoleh capaian positif dalam rangkaian Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2025/2026. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) masing-masing memperoleh capaian dalam kategori berbeda yang mencerminkan penguatan budaya mutu di lingkungan Fakultas Tarbiyah.
Pada puncak rangkaian AMI yang berlangsung pada 10–14 Agustus 2026, Prodi PAI tercatat sebagai program studi dengan ketercapaian Key Performance Indicator (KPI) tertinggi, yakni 95,79 persen. Sementara itu, PIAUD meraih penghargaan sebagai Prodi Terbaik AMI Award 2026, sedangkan PGMI memperoleh penghargaan Best Quality Culture atas inovasi dan praktik baik dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
PAI Catat Ketercapaian KPI 95,79 Persen
Capaian PAI menempatkannya pada posisi tertinggi dalam ketercapaian KPI di antara 18 program studi yang mengikuti proses audit. Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa berbagai program yang dijalankan Prodi PAI telah bergerak sesuai dengan target kinerja yang ditetapkan.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNUGIRI, Saeful Anwar, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, ketercapaian KPI sebesar 95,79 persen menunjukkan adanya konsistensi dalam pengelolaan program studi sekaligus budaya continuous improvement yang terus dikembangkan.
“Ketercapaian ini mencerminkan efektivitas tata kelola dan budaya continuous improvement yang hidup di program studi. Salah satu faktor pentingnya adalah kepemimpinan kaprodi dalam mengorkestrasi seluruh sivitas akademika, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa untuk bergerak secara solid,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut perlu menjadi pijakan untuk meningkatkan target berikutnya.
“PAI sudah menunjukkan keunggulan di tingkat nasional. Sekarang saatnya menargetkan keunggulan di level internasional,” tambahnya.
Ketua Prodi PAI, Su’udin Aziz, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang kembali diraih. Sebelumnya, PAI juga memperoleh penghargaan The Best AMI Award pada 2025.
“Ini menjadi bukti bahwa apa yang kami lakukan sejalan dengan KPI dan terukur. Semoga kami dapat terus mempertahankan prestasi ini,” ungkapnya.
Sekretaris Prodi PAI, Pramesti Wulandari, menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi dan kerja sama seluruh tim, bukan persiapan yang dilakukan menjelang audit semata.
Ke depan, PAI akan terus memperkuat mutu tridarma perguruan tinggi, publikasi, penyerapan lulusan, serta menjadikan hasil AMI sebagai salah satu pijakan dalam penguatan program studi menuju akreditasi.
PIAUD Raih Predikat Prodi Terbaik
Sementara itu, Program Studi PIAUD berhasil meraih penghargaan sebagai Prodi Terbaik AMI Award UNUGIRI Tahun Akademik 2025/2026. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Prodi PIAUD, Ahmad Farid Utsman, dalam prosesi penyerahan penghargaan pada Jumat (14/8/2026).
Capaian tersebut menjadi apresiasi terhadap upaya PIAUD dalam menjalankan berbagai program akademik dan tata kelola sesuai dengan standar mutu universitas. Proses AMI sekaligus menjadi ruang bagi program studi untuk melihat capaian, mengidentifikasi kekurangan, serta menyusun langkah perbaikan secara berkelanjutan.
Kepala LPM UNUGIRI, Saeful Anwar, menyampaikan bahwa capaian PIAUD menunjukkan keseriusan program studi dalam membangun budaya mutu.
“Capaian ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen PIAUD dalam menjalankan dan meningkatkan mutu. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan mempertahankan kualitas,” ujarnya.
Ketua BPP UNUGIRI, Saifuddin Idris, juga memberikan apresiasi terhadap capaian PIAUD.
“Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras dan kebersamaan. Mudah-mudahan PIAUD terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan UNUGIRI,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNUGIRI, Nurul Huda, berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas akademik, tata kelola, dan pelayanan kepada mahasiswa.
“Selamat kepada PIAUD atas capaian sebagai Prodi Terbaik dalam AMI Award. Ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas akademik, tata kelola, dan pelayanan kepada mahasiswa,” ungkapnya.
Ahmad Farid Ustman menilai penghargaan tersebut bukan menjadi titik akhir, tetapi motivasi bagi PIAUD untuk terus melakukan perbaikan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” ujarnya.
PGMI Raih Best Quality Culture
Capaian lainnya diraih Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang memperoleh penghargaan Best Quality Culture. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi dan praktik baik dalam implementasi SPMI di lingkungan program studi.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya PGMI dalam membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen, tetapi juga diwujudkan melalui kebiasaan kerja, evaluasi, tindak lanjut, kolaborasi, dan inovasi secara berkelanjutan.
Bagi PGMI, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan dan mengembangkan berbagai praktik baik yang telah berjalan. Implementasi SPMI diarahkan untuk mendukung perbaikan dalam pengelolaan pendidikan, pelayanan akademik, pengembangan mahasiswa, serta berbagai program yang dilaksanakan oleh program studi.
Capaian Best Quality Culture juga memperkuat komitmen PGMI untuk menjadikan budaya mutu sebagai bagian dari karakter kerja program studi. Evaluasi dan tindak lanjut terus didorong agar setiap program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Hasil AMI Jadi Dasar Perbaikan Berkelanjutan
Capaian PAI, PIAUD, dan PGMI dalam AMI 2026 menjadi bagian dari proses evaluasi mutu di Fakultas Tarbiyah UNUGIRI. PAI mencatat ketercapaian KPI tertinggi, PIAUD meraih predikat Prodi Terbaik, sedangkan PGMI memperoleh penghargaan Best Quality Culture atas praktik dan inovasi dalam penerapan budaya mutu.
Hasil tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian masing-masing program studi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan selanjutnya. Setiap program studi dapat mempertahankan capaian yang telah diperoleh, menindaklanjuti indikator yang belum optimal, serta mengembangkan praktik baik yang dapat mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan.

