unugiri.ac.id Bojonegoro – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro mengembangkan sistem deteksi dini penyakit gagal ginjal berbasis Artificial Intelligence (AI). Sistem tersebut dapat digunakan secara daring melalui laman deteksidinigagalginjal.com dan diperkenalkan kepada masyarakat Desa Getas, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.
Pengembangan sistem ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai kesehatan ginjal sekaligus mendorong kesadaran untuk melakukan deteksi dini. Program tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUGIRI.
Teknologi untuk Mendukung Deteksi Awal
Ketua Tim PKM, Nur Mahmudah, mengatakan bahwa penyakit gagal ginjal masih membutuhkan perhatian karena sebagian kasus baru diketahui ketika kondisi pasien sudah memasuki tahap lanjut. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Menurutnya, teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat melakukan pemeriksaan awal dengan cara yang lebih mudah dan cepat.
“Kami melihat bahwa salah satu tantangan utama dalam penanganan penyakit gagal ginjal adalah keterlambatan deteksi. Melalui sistem berbasis Artificial Intelligence ini, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan awal secara mandiri sehingga memiliki kesadaran lebih dini terhadap kondisi kesehatannya dan dapat segera mengambil langkah yang diperlukan,” ujarnya.
Nur Mahmudah menegaskan, sistem yang dikembangkan tidak ditujukan untuk menggantikan pemeriksaan maupun diagnosis oleh tenaga medis. Sistem tersebut berfungsi sebagai sarana skrining awal untuk membantu masyarakat mengenali potensi risiko penyakit gagal ginjal.
Sosialisasi dan Pelatihan kepada Warga
Pelaksanaan program dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama berupa sosialisasi dan edukasi kesehatan yang dilaksanakan pada 21 April 2026. Selanjutnya, tim menggelar pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem deteksi dini berbasis AI pada 2 Juni 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Getas dan diikuti 30 warga serta 15 perangkat desa. Peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal, berbagai faktor risiko penyakit gagal ginjal, serta praktik langsung menggunakan sistem berbasis website yang telah dikembangkan oleh tim.
Dalam sesi pendampingan, warga tidak hanya mempelajari tahapan penggunaan sistem, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran kesehatan.
Dirancang agar Mudah Digunakan
Nur Mahmudah menjelaskan bahwa sistem deteksi dini tersebut dirancang dengan tampilan yang sederhana agar dapat digunakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Pengguna dapat mengakses laman yang tersedia, kemudian memasukkan data yang diperlukan untuk memperoleh hasil deteksi awal berdasarkan analisis kecerdasan buatan.
Menurutnya, pengembangan teknologi kesehatan perlu diarahkan pada kebutuhan masyarakat sehingga inovasi yang dihasilkan dapat digunakan secara praktis.
“Kami ingin teknologi hadir lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, sistem ini dirancang agar mudah digunakan, mudah diakses, dan dapat menjadi sarana edukasi kesehatan yang praktis. Harapannya, masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan dan deteksi dini jauh lebih baik daripada penanganan ketika penyakit sudah berada pada kondisi yang berat,” jelasnya.
Tingkat Keberhasilan Sistem Mencapai 95 Persen
Berdasarkan hasil pelaksanaan program, sistem deteksi dini gagal ginjal berbasis AI yang dikembangkan tim PKM UNUGIRI mencatat tingkat keberhasilan sebesar 95 persen.
Selain capaian pada sistem, program tersebut juga memberikan dampak pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Peningkatan literasi kesehatan menjadi salah satu bagian penting dari program karena masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam menjaga kesehatan sehari-hari.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Tim pengabdian dipimpin oleh Nur Mahmudah dengan anggota Taufik Azhary dan Pelangi Eka Yuwita. Program tersebut juga melibatkan empat mahasiswa dari Program Studi Statistika UNUGIRI.
Nur Mahmudah menyampaikan apresiasi kepada LPPM UNUGIRI atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, dukungan institusi menjadi bagian penting dalam mendorong dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada LPPM UNUGIRI yang telah mendukung kegiatan ini. Melalui dukungan tersebut, dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

