Hilirisasi Produk Waluh Jadi Fokus Pengembangan UMKM Golden Crunch

unugiri.ac.id Bojonegoro – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melaksanakan pelatihan pengembangan produk olahan waluh bagi UMKM Golden Crunch di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan bertajuk “Inovasi Hilirisasi Produk Waluh sebagai Strategi Regenerasi dan Pengembangan Creativepreneurship” tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk, kualitas kemasan, serta kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis berbasis potensi lokal.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Fokus pada Hilirisasi Produk Waluh

Kegiatan diikuti oleh 10 anggota UMKM Golden Crunch. Materi pelatihan difokuskan pada pengembangan hilirisasi produk olahan waluh melalui perbaikan kemasan, peningkatan kualitas produk, penguatan identitas merek, strategi pemasaran, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha dalam menerapkan creativepreneurship.

Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga disertai praktik langsung. Peserta diajak memahami bahwa daya saing produk tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga bagaimana produk dikemas, diperkenalkan kepada konsumen, dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Ketua Tim Pengabdian, Ainu Zuhriyah, menjelaskan bahwa hilirisasi produk perlu dilanjutkan dengan proses peningkatan nilai tambah agar produk lokal memiliki peluang pasar yang lebih luas.

“Melalui pelatihan ini kami ingin mendorong UMKM Golden Crunch agar terus berinovasi, tidak hanya pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada kemasan, branding, dan cara mengembangkan usaha. Creativepreneurship menjadi salah satu langkah penting agar produk olahan waluh memiliki daya saing yang lebih baik, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang regenerasi pelaku usaha berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Menurutnya, pendampingan kepada UMKM diperlukan agar pelaku usaha dapat mengikuti perkembangan pasar sekaligus mempertahankan karakter produk yang berasal dari potensi lokal.

Peserta Praktik Pengembangan Kemasan dan Produk

Dalam pelatihan, peserta mempraktikkan teknik pengemasan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pemasaran saat ini. Selain itu, peserta berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk turunan berbahan dasar waluh, penguatan identitas merek, serta berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai jual produk.

Melalui kegiatan praktik tersebut, peserta mendapatkan pengalaman dalam menyusun konsep kemasan yang lebih informatif dan menarik. Kemasan juga diarahkan agar mampu memberikan informasi mengenai produk sekaligus meningkatkan nilai tambah ketika dipasarkan kepada konsumen.

UMKM Didorong Perkuat Branding

Ketua UMKM Golden Crunch, Sri Wahyuni, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan tim pengabdian UNUGIRI. Menurutnya, materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, khususnya dalam mengembangkan produk olahan waluh.

“Kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Selama ini kami lebih banyak berfokus pada proses produksi, sedangkan melalui pendampingan ini kami memahami bahwa kemasan, branding, dan kreativitas dalam mengembangkan usaha memiliki peran yang sangat penting. Pengetahuan yang kami peroleh akan kami terapkan untuk meningkatkan kualitas produk Golden Crunch agar semakin dikenal oleh masyarakat,” katanya.

Ia berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dapat terus berlanjut sehingga pendampingan terhadap pengembangan usaha berbasis potensi lokal dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Dorong Regenerasi Pelaku Usaha

Melalui program tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNUGIRI berharap UMKM Golden Crunch dapat mengembangkan produk olahan waluh dengan nilai tambah dan daya saing yang lebih baik. Pendampingan juga diarahkan untuk mendorong munculnya pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan mengembangkan inovasi berbasis sumber daya lokal.

Konsep creativepreneurship dalam program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas pelaku usaha agar pengembangan UMKM tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mencakup kreativitas, identitas produk, pemasaran, dan keberlanjutan usaha.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNUGIRI menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, serta Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Apresiasi juga disampaikan kepada LPPM UNUGIRI atas pendampingan selama pelaksanaan program serta UMKM Golden Crunch yang telah berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan. Sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghasilkan inovasi pengabdian yang mendukung penguatan UMKM dan pemberdayaan masyarakat.

Leave a Reply

Pilih Bahasa »