unugiri.ac.id Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro kembali menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi biodigester pada rumah produksi tahu di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Program ini menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun Kedua yang bertujuan mengolah limbah cair tahu menjadi sumber energi alternatif sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro melalui pendampingan teknologi, manajemen, dan pemasaran digital.
Teknologi biodigester diterapkan di rumah produksi tahu milik Safaat Arifin, yang selama ini menghasilkan limbah cair dalam jumlah cukup besar. Melalui proses fermentasi anaerob, limbah tersebut diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi untuk mendukung proses produksi, sehingga tidak hanya mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi usaha.
Inovasi Berbasis Kebutuhan Mitra
Ketua Tim Pengabdian, Aprillia Dwi Ardianti, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa penerapan biodigester merupakan solusi yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi mitra UMKM.
“Limbah cair tahu yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini mulai diolah menjadi biogas. Teknologi ini diharapkan dapat membantu UMKM mengurangi dampak lingkungan sekaligus menyediakan sumber energi alternatif untuk mendukung proses produksi,” ujarnya.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada pemasangan teknologi. Tim juga memberikan pendampingan mengenai pengoperasian biodigester, pengaturan bahan baku, pemeliharaan instalasi, hingga pemanfaatan biogas agar teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan oleh mitra.
Penguatan UMKM dari Produksi hingga Pemasaran
Selain penerapan teknologi ramah lingkungan, tim pengabdian juga memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan branding, pengembangan kemasan produk, penyusunan katalog digital, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Pendampingan tersebut bertujuan agar peningkatan kualitas produksi diikuti dengan peningkatan nilai tambah produk sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM.
Di sisi lain, tim juga melakukan pendampingan kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sranak melalui pengembangan menu manajemen subsidi pada aplikasi SIMKODES. Sistem tersebut membantu pengurus koperasi melakukan pencatatan transaksi secara lebih tertib, transparan, dan terdokumentasi sehingga mendukung tata kelola koperasi yang semakin efektif.
LPPM: Pengabdian Harus Memberikan Dampak Nyata
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUGIRI, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung dan berkelanjutan.
“Pengabdian bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Karena itu, setiap inovasi selalu kami sertai dengan pendampingan agar mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara inovasi teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan digitalisasi usaha menjadi bagian penting dalam membangun UMKM yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Didukung Kemendiktisaintek
Program Pemberdayaan Desa Binaan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Aprillia Dwi Ardianti, S.Si., M.Pd. sebagai ketua, bersama Dwi Purbo Yuwono, M.Kom., Syafira Niken Sari, S.M., M.E., dan Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., dengan melibatkan pelaku UMKM, pengurus Koperasi Desa Merah Putih, serta Pemerintah Desa Sranak.
Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berdasarkan Kontrak Nomor 210/C3/DT.05.00/PM/2026.
Tim pengabdian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan yang telah diberikan sehingga inovasi berbasis hasil pengabdian dapat diimplementasikan secara nyata untuk memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

