unugiri.ac.id Bojonegoro – Kualitas dan kesegaran ikan menjadi faktor penting yang menentukan nilai jual hasil tangkapan nelayan. Tingkat kesegaran ikan dapat mengalami perubahan selama proses penanganan dan penyimpanan setelah ikan ditangkap, yang pada akhirnya dapat memengaruhi mutu dan harga jualnya. Karena itu, pemantauan tingkat kesegaran ikan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya menjaga mutu hasil tangkapan sekaligus mengoptimalkan nilai jualnya.
Dalam konteks tersebut, kebutuhan akan teknologi pemantauan kualitas ikan yang praktis dan terukur menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan sektor perikanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palang, Kabupaten Tuban. Kehadiran teknologi dapat menjadi sarana untuk membantu nelayan memperoleh informasi mengenai kondisi mutu dan kesegaran ikan, sekaligus mendukung upaya menjaga kualitas hasil tangkapan agar tetap memiliki nilai jual yang baik.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen beserta mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) mengenalkan teknologi Smart Fish Quality Monitoring kepada kelompok Rukun Nelayan TPI Palang. Teknologi ini dirancang untuk membantu memantau mutu dan kesegaran ikan secara lebih praktis, sehingga dapat mendukung upaya mempertahankan kualitas hasil tangkapan dan meningkatkan nilai jualnya.
Teknologi tersebut diperkenalkan melalui program “Hilirisasi Hasil Penelitian dalam Monitoring Mutu Ikan Guna Meningkatkan Kualitas dan Nilai Jual Hasil Tangkapan Nelayan TPI Palang Kabupaten Tuban.” Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang diarahkan untuk menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas dan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan.
Ketua Tim PkM UNUGIRI, Mula Agung Barata, S.S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa Smart Fish Quality Monitoring merupakan teknologi tepat guna berbasis electronic nose yang diperkenalkan untuk membantu proses pemantauan kualitas dan kesegaran ikan. Teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan dalam aktivitas masyarakat.
“Kami berharap hilirisasi inovasi alat pengukur kesegaran ikan ini dapat memberikan manfaat bagi warga. Tujuannya agar mutu ikan nelayan Tuban dapat terjaga dan memiliki standar yang lebih baik,” ujar Mula, yang juga Ketua Program Studi Teknik Informatika UNUGIRI.
Menurutnya, pengenalan teknologi tersebut juga menjadi alternatif untuk mendukung proses penilaian mutu ikan yang selama ini banyak dilakukan melalui pengamatan secara langsung. Dengan adanya teknologi monitoring, proses pemantauan kualitas hasil tangkapan dapat dilakukan dengan dukungan perangkat yang telah dikembangkan.
Pemahaman Nelayan Meningkat
Pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi. Tim PkM juga memberikan edukasi mengenai aspek produksi, manajemen, sosial, dan kesehatan yang berkaitan dengan pengelolaan hasil tangkapan.
Berdasarkan evaluasi kegiatan, terdapat peningkatan pemahaman peserta, khususnya pada aspek produksi untuk meningkatkan kualitas produk dan aspek manajemen dalam pengelolaan usaha. Peningkatan pemahaman pada kedua aspek tersebut tercatat mencapai 66 persen.
Anggota tim pengabdian, Dr. Hamam Burhanuddin, M.Pd.I., mengatakan bahwa menjaga kualitas hasil tangkapan secara konsisten merupakan bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen.
“Menjaga kualitas ikan secara konsisten merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan pembeli. Karena itu, edukasi mengenai mutu hasil tangkapan perlu terus diberikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota tim dari bidang kesehatan, Wahyu Setia Kuscahyaning Putri, S.Pd., M.Kes., menyoroti pentingnya kualitas ikan bagi konsumen.
“Ikan dengan mutu yang terjamin penting untuk mendukung kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi konsumen. Karena itu, kualitas hasil tangkapan perlu menjadi perhatian sejak proses produksi hingga sampai kepada konsumen,” jelasnya.
Libatkan Dosen dan Mahasiswa
Program pemberdayaan tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa UNUGIRI dari sejumlah bidang. Tim pelaksana terdiri atas Ifnu Wisma Dwi Prastya, S.Kom., M.Kom., Dwi Issadari Hastuti, S.Kom., M.Kom., Moh. Ikhwanudin Prasetyo, Yogi Ardiansyah, M. Surya Bintang Khanaya Rizqya Deva Nanda, Gusti Wiwik Nur Afifa, M. Yoga Alfa Reza, dan M. Indra Cahya Affandi.
Keterlibatan lintas bidang mendukung pelaksanaan kegiatan yang tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga aspek produksi, manajemen, sosial, dan kesehatan dalam pengelolaan hasil tangkapan ikan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Pelaksanaan program juga mendapat dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUGIRI. Melalui kegiatan tersebut, hasil penelitian dan inovasi teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi diarahkan agar dapat memberikan manfaat langsung sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk dalam mendukung pengelolaan mutu dan nilai jual hasil tangkapan nelayan.

