unugiri.ac.id Bojonegoro – Siswa kelas IV hingga VI SD 1 Paseyan mengikuti sosialisasi tentang anti perundungan atau anti bullying yang digelar mahasiswa KKN Kelompok 25 Paseyan, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.00 WIB tersebut menggunakan materi, tayangan video, dan puisi untuk membantu siswa memahami dampak perundungan terhadap korban.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian dan jenis-jenis bullying, dampaknya terhadap korban, tanda-tanda seseorang mengalami perundungan, hingga dampak yang dapat dirasakan dalam jangka panjang. Mahasiswa KKN kemudian mengajak siswa menyaksikan dua video yang menggambarkan tindakan perundungan beserta dampaknya.
Tayangan tersebut membuat suasana kegiatan menjadi lebih emosional. Sejumlah siswa tampak menangis setelah menyaksikan video yang ditampilkan. Suasana kembali haru ketika mahasiswa KKN membacakan puisi yang menggambarkan pengalaman seseorang yang menjadi korban bullying.
Mahasiswa Ajak Siswa Kenali Dampak Perundungan
Melalui materi, video, dan puisi, mahasiswa KKN berusaha menyampaikan bahwa bullying bukan sekadar candaan. Tindakan tersebut dapat memberikan dampak terhadap perasaan dan kondisi korban, sehingga penting bagi siswa untuk mengenali bentuk-bentuk perundungan serta menghindari perilaku tersebut.
Sekretaris KKN Kelompok 25 Paseyan, Linda, yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), mengatakan sosialisasi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memberikan edukasi yang dekat dengan kehidupan siswa.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa bullying bukan hal yang bisa dianggap sebagai candaan. Melalui kegiatan ini, kami mengajak mereka untuk lebih peka terhadap perasaan teman, tidak melakukan perundungan, dan berani menyampaikan ketika melihat atau mengalami tindakan bullying,” ujar Linda.
Menurutnya, penyampaian materi melalui video dan puisi dipilih agar pesan yang diberikan lebih mudah dipahami siswa.
“Kami mencoba menyampaikan materi dengan cara yang sesuai dengan usia mereka, sehingga bukan hanya mengetahui pengertiannya, tetapi juga bisa memahami bagaimana perasaan seseorang yang menjadi korban,” tambahnya.
Pemahaman Siswa Diuji melalui Kuis
Setelah penyampaian materi dan pemutaran video, mahasiswa KKN memberikan kuis singkat kepada para siswa. Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan materi yang telah disampaikan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap bentuk, dampak, dan cara menyikapi bullying.
Salah satu siswa kelas VI, Axsell, mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Saya merasa gembira dengan adanya materi ini karena sangat mengedukasi murid yang ada di sini,” ujar Axsell.
Ia juga menyampaikan pesan agar tindakan perundungan tidak dilakukan kepada orang lain.
“Untuk orang-orang di luar sana, diharap tidak membully orang lagi,” pesannya.
Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi mahasiswa KKN Kelompok 25 Paseyan di lingkungan sekolah. Materi mengenai perundungan diberikan sebagai bagian dari upaya membantu siswa mengenali perilaku yang dapat merugikan orang lain sekaligus membangun kebiasaan untuk saling menghargai di lingkungan sekolah.

