Tutup KKN PINTAR 2026, Wabup Nurul Azizah: Unugiri The Best

unugiri.ac.id Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PINTAR 2026 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) yang turut mendorong pengembangan potensi ekonomi dan kemandirian masyarakat desa. Hal tersebut disampaikan saat penutupan KKN PINTAR 2026 di lapangan kampus UNUGIRI, Kamis (10/9/2026).

Dalam sambutannya, Nurul Azizah menilai program KKN yang dilaksanakan mahasiswa di sejumlah desa memiliki nilai penting karena tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Anak-anakku, hidup adalah perjuangan, rangkaian dari permasalahan. Kalian masih usia berkembang dan produktif, yang dibutuhkan adalah semangat. Kalian adalah pelaku yang melakukan perjalanan,” ujar Nurul Azizah.

KKN Dorong Potensi dan Kemandirian Desa

Nurul Azizah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNUGIRI atas kontribusi mahasiswa selama melaksanakan KKN di Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya, pendekatan KKN berbasis tematik, termasuk pengembangan wisata, peningkatan UMKM, dan ekonomi kreatif, sejalan dengan upaya mendorong kemandirian masyarakat.

“Yang KKN di desa berbasis tematik, wisata, tingkatkan UMKM, ekonomi kreatif, ini mengajarkan bahwa kemandirian ekonomi berdaya guna,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman mahasiswa selama berada di tengah masyarakat dapat menjadi bekal untuk terus berkontribusi setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

“Pemkab Bojonegoro apresiasi dan terima kasih. UNUGIRI the best pokoknya,” ucapnya.

816 Mahasiswa Ikuti KKN PINTAR 2026

Sementara itu, Rektor UNUGIRI M. Jauharul Ma’arif menyampaikan bahwa KKN PINTAR 2026 diikuti sebanyak 816 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 803 mahasiswa mengikuti KKN PINTAR di dalam negeri, sementara 13 mahasiswa mengikuti program KKN Cerdas di luar negeri yang pelaksanaannya masih berlangsung di Thailand dan Malaysia.

Rektor juga menyampaikan perkembangan UNUGIRI dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) selama tiga tahun terakhir.

Pada 2024, sebanyak 83 dosen memperoleh hibah penelitian dengan total nilai sekitar Rp1,2 miliar. Capaian tersebut menempatkan UNUGIRI sebagai penerima hibah penelitian tertinggi di lingkungan PTNU Jawa Timur dan berada di posisi keenam perguruan tinggi swasta di Jawa Timur.

Pada 2025, jumlah penerima hibah meningkat menjadi 129 dosen dengan total nilai sekitar Rp2,3 miliar. UNUGIRI kembali menjadi yang tertinggi di lingkungan PTNU, berada di posisi kelima di Jawa Timur, serta menempati posisi pertama di Kabupaten Bojonegoro.

Sementara pada 2026, sebanyak 105 dosen UNUGIRI memperoleh hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan total nilai sekitar Rp2,7 miliar. Capaian tersebut menempatkan UNUGIRI di posisi pertama PTNU, peringkat kelima di lingkungan LLDIKTI Jawa Timur, dan peringkat pertama di Kabupaten Bojonegoro.

BPP: Hasil KKN Bagian dari Pengabdian UNUGIRI

Ketua BPP UNUGIRI, Saifuddin Idris, menyampaikan rasa gembira atas pelaksanaan KKN mahasiswa selama kurang lebih satu bulan. Ia menyebut mahasiswa sebelumnya dilepas oleh Bupati Bojonegoro dan pada penutupan kali ini diterima kembali oleh Wakil Bupati Bojonegoro.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan adanya sinergi antara UNUGIRI dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Hasil-hasil KKN di 40 titik (desa) bagian pengabdian UNUGIRI kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi di masyarakat,” ujarnya.

Saifuddin mengatakan, berdasarkan pemantauan di sejumlah desa, pelaksanaan KKN memberikan hasil yang positif dan menggembirakan. Ia berharap mahasiswa tetap menjaga nama baik almamater selama berada di masyarakat maupun setelah kembali ke kampus.

“Saya memantau dari beberapa desa, itu semua hasilnya positif dan menggembirakan dan menyenangkan, sesuai arahan rektor, bupati, dan nanti Bu Wabup, menjaga nama baik UNUGIRI,” pesannya.

Penutupan KKN PINTAR 2026 menjadi akhir dari rangkaian pengabdian mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Melalui program yang menyentuh UMKM, digitalisasi desa, pengembangan pariwisata, dan potensi ekonomi kreatif, pengalaman tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bekal pembelajaran bagi mahasiswa.

Rektor berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama menjalankan KKN dapat membawa keberkahan dan bernilai pengabdian.

“Semoga apa yang dilakukan selama KKN, baik dalam pengembangan UMKM, digitalisasi desa, maupun pengembangan pariwisata, dicatat sebagai amal saleh dan amal jariyah. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama KKN menjadi berkah,” tutur Rektor.

Leave a Reply

Pilih Bahasa »