unugiri.ac.id Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar kegiatan Evaluasi Ketercapaian Key Performance Indicator (KPI) dan Keterserapan Anggaran Tahun 2026 di Auditorium KH. Hasyim Asy’ari, Lantai 3 Gedung Rektorat, Selasa–Rabu (4–5/8/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan universitas, meliputi para wakil rektor, kepala lembaga, direktur direktorat, dekan, direktur pascasarjana, kepala pusat, kepala bidang, ketua program studi, serta seluruh unit kerja di lingkungan UNUGIRI.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya universitas dalam memonitor pelaksanaan program kerja selama satu tahun sekaligus menyusun langkah strategis untuk peningkatan kinerja pada periode berikutnya. Selain mengevaluasi capaian indikator kinerja, forum ini juga membahas efektivitas pelaksanaan program unggulan di setiap unit serta sinkronisasi perencanaan anggaran dengan target kinerja institusi.
Rektor: KPI Terus Disesuaikan dengan Perkembangan Regulasi
Membuka kegiatan, Rektor UNUGIRI M. Jauharul Ma’arif menegaskan bahwa evaluasi KPI merupakan agenda penting untuk memastikan setiap program kerja berjalan sejalan dengan arah pengembangan institusi. Menurutnya, indikator kinerja perlu terus diperbarui agar tetap relevan dengan perkembangan kebijakan dan kebutuhan perguruan tinggi.
“Kegiatan ini sangat penting karena menjadi ruang bagi kita untuk bersama-sama mengkaji capaian Key Performance Indicator. KPI harus terus diperbarui mengikuti perkembangan regulasi sehingga tetap relevan sebagai acuan dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan perguruan tinggi. Alhamdulillah, indikator yang akan kita gunakan merupakan penyempurnaan dari sistem sebelumnya dan akan dijelaskan lebih lanjut oleh Lembaga Penjaminan Mutu bersama Direktorat UKT,” ujarnya.
Rektor juga menekankan pentingnya menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar penyusunan program kerja dan penganggaran pada tahun berikutnya. Ia berharap setiap unit mampu mempertahankan bahkan mengembangkan program-program unggulan yang telah memberikan dampak positif bagi institusi.
“Hasil evaluasi ini nantinya menjadi dasar dalam menyusun program kerja dan perencanaan anggaran pada tahun mendatang. Setiap unit perlu memiliki program unggulan yang dijalankan secara berkelanjutan. Berbagai praktik baik yang telah lahir, seperti kegiatan internasional maupun program unggulan di masing-masing fakultas dan unit, perlu terus dikembangkan agar menjadi identitas sekaligus kekuatan UNUGIRI,” tambahnya.
Dorong Keberlanjutan Program Unggulan
Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unit kerja yang telah melaksanakan berbagai program selama satu tahun terakhir. Menurutnya, capaian yang telah diraih menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik maupun nonakademik di lingkungan universitas.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada LPM, seluruh direktorat, fakultas, program studi, dan seluruh unit yang telah bekerja dan melaksanakan berbagai program selama satu tahun ini. Berbagai capaian yang telah diraih perlu dipertahankan, sementara kendala yang masih dihadapi menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program pada tahun mendatang dapat berjalan lebih optimal,” tuturnya.
Melalui forum evaluasi ini, UNUGIRI berharap tercipta budaya peningkatan mutu yang berkelanjutan di seluruh unit kerja. Hasil evaluasi tidak hanya menjadi bahan penilaian terhadap capaian kinerja, tetapi juga menjadi pijakan dalam merumuskan inovasi, memperkuat program unggulan, serta meningkatkan kualitas tata kelola universitas secara menyeluruh.
Sosialisasi KPI dan Evaluasi Kinerja Tiap Unit
Setelah sambutan Rektor, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi Key Performance Indicator (KPI) yang disampaikan oleh Alif Yuanita Kartini selaku perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNUGIRI. Dalam paparannya, ia menjelaskan beberapa pembaruan indikator kinerja, mekanisme pengukuran capaian, serta penyelarasan KPI sebagai instrumen monitoring dan evaluasi untuk mendukung peningkatan mutu di setiap unit kerja.
Materi berikutnya disampaikan oleh Aprilia Dwi Ardiyanti, yang memaparkan mekanisme penyusunan pagu Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan sebagai acuan perencanaan program dan penganggaran pada tahun berikutnya. Ia menjelaskan pentingnya penyusunan RKAT yang selaras dengan target kinerja, prioritas institusi, serta kebutuhan pengembangan masing-masing unit kerja.
Selanjutnya, Direktur Umum, Keuangan, dan Teknologi UNUGIRI, Astrid Chandra Sari, menyampaikan paparan mengenai keterserapan anggaran tahun 2026. Dalam pemaparannya, ia mengulas realisasi anggaran di setiap unit sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan anggaran agar selaras dengan pelaksanaan program kerja dan pencapaian indikator kinerja universitas.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama Rektor beserta jajaran Wakil Rektor. Forum ini menjadi ruang diskusi bagi seluruh pimpinan unit untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta klarifikasi terkait capaian KPI, penyusunan RKAT, realisasi anggaran, maupun arah pengembangan institusi pada tahun mendatang. Setelah sesi diskusi, masing-masing unit mempresentasikan capaian kinerja, realisasi program, serapan anggaran, serta praktik baik (best practices) yang telah dilaksanakan selama tahun 2026 sebagai bagian dari proses evaluasi bersama dan penyusunan program kerja tahun berikutnya.

