unugiri.id Bojonegoro – Tiga aplikasi digital karya mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro resmi digunakan untuk mendukung pelayanan publik di Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Bojonegoro. Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan pada kegiatan Launching dan Peresmian Zona Integritas pada Rabu (24/6/2026), sebagai upaya memperkuat transformasi digital layanan pertanahan dan meningkatkan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Peluncuran ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung transformasi digital layanan publik. Inovasi yang dikembangkan mahasiswa tidak hanya menjadi hasil pembelajaran akademik, tetapi juga dihadirkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan kerja pemerintahan.
Hadirkan Tiga Inovasi Digital
Aplikasi pertama adalah BATA-NEGORO, sistem berbasis berita acara digital yang berfungsi mempermudah pencatatan dan pengelolaan dokumen kedinasan secara lebih tertata dan terdokumentasi.
Aplikasi kedua, LOKET SAE, merupakan Sistem Administrasi Elektronik Layanan Pertanahan yang membantu mempercepat proses administrasi dan pengelolaan berkas layanan masyarakat.
Sementara itu, aplikasi ketiga bernama TARA AI, yakni asisten virtual berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu memberikan informasi layanan pertanahan secara otomatis selama 24 jam kepada masyarakat.
Ketiga aplikasi tersebut dikembangkan sebagai bagian dari implementasi keilmuan mahasiswa yang diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dukungan untuk Transformasi Digital
Acara peluncuran dihadiri jajaran pejabat Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro, di antaranya Chairul Anwar selaku Kepala Subbagian Tata Usaha, Mochamat Khoirul Huda selaku Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Hanif Widianto selaku Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, Ivan Heri Prayudi selaku Kepala Seksi Pengadaan Tanah, serta seluruh pegawai ATR/BPN Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan ATR/BPN Kabupaten Bojonegoro, Mochamat Khoirul Huda, menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan mahasiswa UNUGIRI melalui pengembangan sistem digital tersebut.
“Kami mengapresiasi inovasi yang telah dihasilkan mahasiswa Teknik Informatika UNUGIRI. Kehadiran aplikasi-aplikasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan publik saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami berharap aplikasi yang telah dikembangkan ini dapat terus disempurnakan dan dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu mendukung pelayanan yang lebih cepat, lebih transparan, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Implementasi Keilmuan yang Berdampak
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNUGIRI, M. Jauhar Vikri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa capaian mahasiswa menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi harus mampu menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa ilmu yang dipelajari mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas. Melalui kolaborasi seperti ini, mahasiswa dapat mengimplementasikan kompetensinya untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan ATR/BPN Kabupaten Bojonegoro kepada mahasiswa dan dosen UNUGIRI. Kerja sama semacam ini penting untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung percepatan digitalisasi layanan publik,” lanjutnya.
Hilirisasi Inovasi Mahasiswa
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Informatika UNUGIRI, Mula Agung Barata, menyatakan bahwa keberhasilan pengembangan ketiga aplikasi tersebut merupakan bentuk hilirisasi karya mahasiswa yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dunia kerja dan pemerintahan.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Sains dan Teknologi UNUGIRI berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai instansi guna mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat transformasi digital di berbagai sektor.

