Bekali DPL KKN, UNUGIRI Tekankan Pengabdian Berdampak bagi Masyarakat

unugiri.id Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar Training of Trainer (ToT) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Ruang Smart Class, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi para DPL dalam mendampingi mahasiswa agar pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi program akademik, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang dipandu oleh Zumrotul Fauziah sebagai master of ceremony dan dimoderatori oleh Miftahul Mufid ini menghadirkan dua narasumber, yakni Direktur Eksekutif Bojonegoro Institute AW. Syaiful Huda serta Elzadeba Agustina dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Turut hadir Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI Saifuddin Idris dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Keagamaan Nurul Huda, Wakil Rektor Bidang Umum, Keuangan, dan Teknologi Ifa Khoiria Ningrum, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Wakil Rektor Bidang Kelembagaan, Alumni dan Sumber Daya Yogi Prana Izza.

KKN Harus Memberikan Dampak Nyata

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Keagamaan, Nurul Huda, menegaskan bahwa pelaksanaan KKN harus sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi, khususnya Permendiktisaintek Nomor 39, yang menekankan pentingnya keterdampakan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, setiap program yang dijalankan harus memiliki dampak yang dapat dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat di UNUGIRI berlandaskan nilai yang terdapat dalam Al-Quran Kuntum khaira ummatin ukhrijat lin-nāsi ta’murūna bil-ma‘rūfi wa tanhauna ‘anil-munkari wa tu’minūna billāh, yakni menjadi sebaik-baik umat yang memberikan manfaat bagi sesama. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi pijakan dalam setiap pelaksanaan KKN sehingga mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai agen pemberdayaan masyarakat.

Nurul Huda juga menekankan pentingnya pendekatan perubahan sosial yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.

“Perubahan sosial yang berkelanjutan lahir dari masyarakat itu sendiri. Dalam konteks KKN, dosen dan mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat menemukan potensi dan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” tambahnya.

DPL Jaga Integritas dan Nama Baik Kampus

Sementara itu, Ketua BPP UNUGIRI, Saifuddin Idris, mengingatkan para Dosen Pembimbing Lapangan agar senantiasa menjaga nama baik almamater selama mendampingi mahasiswa di lokasi KKN.

“Bapak dan Ibu DPL membawa nama baik UNUGIRI. Dampingi mahasiswa agar mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ilmu menjadi landasan utama, tetapi keberhasilan pengabdian juga ditentukan oleh kemampuan memahami kondisi masyarakat di lapangan,” tuturnya.

Menurutnya, setiap desa memiliki karakter, budaya, dan kebutuhan yang berbeda sehingga pendekatan yang dilakukan tidak bisa disamaratakan. Oleh sebab itu, DPL perlu membimbing mahasiswa agar mampu beradaptasi sekaligus mengimplementasikan keilmuan secara bijaksana.

“Menerapkan ilmu di tengah masyarakat membutuhkan kecerdasan sosial. Ketika masyarakat merasakan manfaat dari kehadiran mahasiswa UNUGIRI, maka kepercayaan terhadap kampus akan tumbuh dengan sendirinya. Integritas itulah yang harus terus kita jaga. Harapannya, program KKN juga dapat mendukung terwujudnya masyarakat Bojonegoro yang semakin maju, bahagia, dan makmur, termasuk melalui pengembangan potensi seperti wisata religi yang dapat disinergikan dengan destinasi wisata lainnya,” ungkapnya.

Bekali DPL Hadapi Dinamika Lapangan

Selain sambutan pimpinan universitas, peserta juga memperoleh penguatan materi dari AW. Syaiful Huda mengenai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, serta Elzadeba Agustina yang membahas pengembangan potensi kebudayaan dan pariwisata sebagai salah satu peluang program kerja mahasiswa KKN di desa.

Leave a Reply

Pilih Bahasa »