unugiri.ac.id Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro meraih sejumlah penghargaan dalam ajang Strategic Leadership Forum & Malam Anugerah LPTNU 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Selasa (10/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) tersebut menjadi forum apresiasi bagi civitas academica Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, pengabdian masyarakat, serta penguatan keilmuan.
Dalam ajang tersebut, beberapa penghargaan berhasil diraih oleh perwakilan dari UNUGIRI. Pencapaian ini menunjukkan peran aktif civitas academica UNUGIRI dalam berbagai bidang, mulai dari penguatan sosial kemasyarakatan hingga pengembangan literasi dan kajian akademik.
Penghargaan Bidang Filantropi
Pada kategori UNUGIRI Filantropi, penghargaan diberikan kepada Suprapto dan Supramu atas kontribusi serta kepedulian mereka dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran filantropi yang dinilai penting dalam mendukung berbagai program sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan kemanusiaan yang melibatkan sivitas akademika.
Kontribusi dalam Pembangunan Komunitas
Pada kategori Bidang Pembangunan Komunitas, penghargaan diraih oleh Pusat Studi Hukum dan Gender UNUGIRI. Unit ini dinilai aktif dalam mendorong penguatan kesadaran sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kajian hukum dan gender baik di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.
Melalui berbagai program riset, diskusi publik, dan kegiatan pengabdian masyarakat, pusat studi ini turut berkontribusi dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.
Dedikasi di Bidang Bahasa dan Sastra
Sementara itu, pada kategori Bidang Bahasa dan Sastra, penghargaan diberikan kepada H. Miftahul Mufid atas dedikasinya dalam pengembangan literasi, bahasa, serta kajian sastra yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan kebudayaan.
Kontribusi tersebut dinilai penting dalam memperkuat budaya literasi serta pengembangan kajian bahasa dan sastra sebagai bagian dari upaya menjaga sekaligus mengembangkan khazanah keilmuan dan kebudayaan.
Apresiasi dan Refleksi Perguruan Tinggi
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Tri Yogi Yuwono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan. Menurutnya, forum ini juga menjadi ruang refleksi bagi perguruan tinggi dalam memajukan peradaban melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Ini tentu bukan sekadar pemberian piagam penghargaan, melainkan sebagai muhasabah intelektual untuk melihat sejauh mana perguruan tinggi mampu memajukan peradaban melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama, Ainun Na’im, menuturkan bahwa malam anugerah tersebut menjadi sarana untuk mengenali praktik-praktik kinerja terbaik di lingkungan PTNU.
“Melalui malam anugerah ini, kita dapat mengenali praktik-praktik kinerja terbaik civitas akademika. Dengan begitu, perguruan tinggi dapat saling belajar untuk meningkatkan kualitas kampus serta memperkuat kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.
Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi civitas academica Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai keilmuan di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.

