unugiri.ac.id Bojonegoro – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melaksanakan program Asistensi Mengajar bagi mahasiswa yang berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai April 2026. Program ini menjadi bagian implementatif dalam menyiapkan mahasiswa sebagai calon guru profesional melalui pengalaman langsung di lingkungan sekolah.
Melibatkan 198 Mahasiswa di Berbagai Sekolah Mitra
Asistensi mengajar dirancang sebagai program berbasis praktik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran di sekolah. Tidak hanya menyampaikan materi, mahasiswa juga dituntut memahami karakter peserta didik, mengelola kelas, serta menghadapi dinamika pembelajaran secara riil. Dengan pendekatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman autentik sebagai bekal memasuki dunia kerja pendidikan.
Sebanyak 198 mahasiswa FKIP UNUGIRI diterjunkan ke berbagai sekolah mitra untuk melaksanakan asistensi mengajar. Mereka berperan sebagai pendamping guru dalam proses pembelajaran, membantu penyampaian materi, memfasilitasi diskusi, serta memberikan perhatian lebih kepada peserta didik yang membutuhkan pendampingan akademik.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai asisten, tetapi juga sebagai agen pembelajaran yang aktif. Kehadiran mereka membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pendekatan yang lebih interaktif dan komunikatif. Mahasiswa juga berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Penguatan Soft Skills dan Profesionalisme Calon Guru
Program asistensi mengajar memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai kompetensi, seperti kemampuan komunikasi, manajemen kelas, kerja sama tim, serta pemecahan masalah. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk bersikap profesional, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan peran sebagai calon pendidik.
Dekan FKIP UNUGIRI, Hasan Saifuddin, menegaskan bahwa asistensi mengajar merupakan bagian penting dalam proses pembentukan jati diri mahasiswa sebagai calon guru.
“Asistensi mengajar bukan hanya sekadar praktik di sekolah, tetapi merupakan proses pembentukan karakter dan profesionalisme calon pendidik. Mahasiswa harus mampu menjadi teladan, tidak hanya dalam penguasaan materi, tetapi juga dalam sikap dan perilaku,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keaswajaan serta nama baik almamater selama menjalankan tugas di sekolah mitra.
Adaptasi dan Inovasi Jadi Kunci
Wakil Dekan FKIP UNUGIRI, Mohammad Fatoni, menambahkan bahwa program ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengasah kesiapan menghadapi dunia pendidikan yang dinamis.
“Selama satu bulan pelaksanaan asistensi mengajar, mahasiswa dihadapkan pada realitas pembelajaran yang sesungguhnya. Mereka dituntut adaptif, kreatif, dan mampu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran agar lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman ini akan menjadi fondasi kuat dalam membangun kompetensi profesional calon guru.

