unugiri.ac.id Bojonegoro – Siapa yang tidak pernah merasa lelah saat menempuh studi pascasarjana? Tugas menumpuk, penelitian menunggu, dan waktu seolah tak pernah cukup, membuat banyak mahasiswa merasa berat. Namun, Direktur Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, Dr. H. M. Ridlwan Hambali, Lc., MA, menekankan bahwa lelah itu bisa dijadikan berkah jika dijalani dengan niat ikhlas atau “lillah”. Menurutnya, kunci sukses menuntaskan studi bukan hanya pintar, tetapi juga strategi, disiplin, dan kemampuan mengelola diri, sehingga mahasiswa bisa menuntaskan studi dengan tenang dan produktif.
“Pintar saja tidak cukup. Kuliah pascasarjana membekali mahasiswa dengan strategi, ketangguhan, dan kemampuan mengelola diri. Proses ini bukan sekadar mempelajari teori, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh diimplementasikan dalam tindakan nyata.,” ujarnya.
Ia menyoroti realitas bahwa sebagian besar mahasiswa pascasarjana UNUGIRI adalah profesional aktif, pendidik, maupun kepala keluarga. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut manajemen waktu dan prioritas yang matang.
“Kuliah sambil bekerja atau mengurus keluarga memang berat. Tapi justru di situlah nilai perjuangannya. Tantangan itu bukan penghalang, melainkan ruang pembelajaran yang sesungguhnya,” jelasnya.
Tantangan sebagai Ruang Tumbuh
Dr. Ridlwan menegaskan bahwa keberhasilan studi pascasarjana sangat ditentukan oleh cara mahasiswa menyikapi kesulitan.
“Semakin besar tantangan yang dihadapi, semakin besar peluang seseorang untuk bertumbuh secara intelektual dan mental. Yang penting adalah konsistensi dan kemauan untuk terus melangkah,” tegasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak berjalan sendiri dalam proses akademik. Lingkungan ilmiah yang sehat, menurutnya, menjadi faktor penting keberhasilan studi.
“Bangun komunitas akademik yang saling menguatkan. Diskusi dengan dosen, teman sejawat, dan komunitas keilmuan akan mempercepat kedewasaan berpikir,” tuturnya.
Disiplin Diri dan Keseimbangan Hidup
Lebih lanjut, Direktur Pascasarjana UNUGIRI tersebut menekankan pentingnya disiplin diri dan keseimbangan hidup. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mengorbankan kesehatan mental dan kehidupan keluarga demi studi.
“Kuliah, kerja, keluarga, dan kesehatan harus berjalan seimbang. Jangan ragu sesekali keluar dari rutinitas agar pikiran tetap segar dan produktif,” pesannya.
Adaptif terhadap Perkembangan
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Dr. Ridlwan juga mengajak mahasiswa pascasarjana UNUGIRI untuk memanfaatkan teknologi digital secara optimal.
“Teknologi adalah mitra belajar. Gunakan platform digital untuk riset, kolaborasi, dan penguatan karya ilmiah agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” pungkasnya.

