dr. Ubed Tekankan Integritas di Momen Silaturahmi NU dan Civitas Academica UNUGIRI

unugiri.ac.id Bojonegoro – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama bersama Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri menggelar buka puasa bersama dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus UNUGIRI ini dihadiri ratusan pengurus NU dari tingkat cabang, lembaga, badan otonom (Banom), hingga Majelis Wakil Cabang (MWC) se-Kabupaten Bojonegoro, serta civitas akademika.

Acara diawali dengan khutbah iftitah, dilanjutkan doa bersama, dan ditutup dengan rangkaian kegiatan kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat silaturahmi antar elemen Nahdlatul Ulama dan lingkungan kampus.

Pesan Integritas dari Ketua PCNU Bojonegoro
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Bojonegoro, Kholid Ubed, menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas dalam kehidupan, baik di lingkungan organisasi, masyarakat, maupun dunia pendidikan.

“Orang itu yang penting benar, bukan hanya pintar,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Menurutnya, kecerdasan tanpa diiringi integritas justru dapat menimbulkan persoalan, terutama dalam pengelolaan amanah dan tanggung jawab. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menempatkan nilai kejujuran dan kebenaran sebagai landasan utama dalam setiap tindakan.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan efektivitas dalam pengelolaan anggaran, baik di lembaga pendidikan maupun organisasi. Hal tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan kebermanfaatan program bagi masyarakat luas.

Teladan Keadilan dalam Kepemimpinan
Untuk memperkuat pesannya, dr. Ubed mengangkat kisah keteladanan Umar bin Khattab sebagai contoh pemimpin yang menjunjung tinggi keadilan.

Ia menceritakan bagaimana Umar pernah membeli seekor unta yang kemudian diketahui memiliki cacat. Ketika mengajukan keberatan kepada penjual dan membawa perkara tersebut ke pengadilan, keputusan justru memenangkan pihak penjual. Meski demikian, Umar menerima putusan tersebut dengan lapang dada.

“Umar tidak marah. Ia justru mengatakan keputusan itu sangat adil. Dari situlah kita belajar bahwa keadilan harus ditegakkan, bahkan ketika itu merugikan diri kita sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, sikap tersebut menjadi teladan penting bagi seluruh pemimpin dan masyarakat dalam membangun sistem yang adil dan berintegritas.

Apresiasi atas Kolaborasi Kegiatan
Pada kesempatan yang sama, Ketua PCNU Bojonegoro juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Nuzulul Qur’an yang dinilai berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya UNUGIRI, yang telah menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga diisi dengan khutbah iftitah oleh Syaifur Rochmah, doa bersama yang dipimpin Moh. Sofiyulloh, serta penutup oleh Abdulloh Hilmi Al Jumadi.

Perkuat Nilai Ke-NU-an dan Kebersamaan
Sementara itu, Ketua BPP UNUGIRI, Saifuddin Idris, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kampus UNUGIRI akan terus menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.

Momentum buka bersama dan peringatan Nuzulul Qur’an ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai keislaman, keadilan, dan integritas.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kehangatan, mempererat hubungan antara pengurus NU dan civitas akademika dalam satu semangat kebersamaan.

Leave a Reply

Pilih Bahasa »