Bupati Bojonegoro Berangkatkan Mahasiswa KKN UNUGIRI 2026 ke 58 Desa

unugiri.ac.id Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dalam upacara yang digelar di Lapangan UNUGIRI, Selasa (28/7/2026). Pelepasan tersebut menandai dimulainya pengabdian mahasiswa melalui dua skema, yakni KKN PINTAR (Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Inovatif, Transformatif, Adaptif, dan Responsif) yang dilaksanakan di dalam negeri serta KKN CERDAS (Kuliah Kerja Nyata Collaborative, Educational, Research, Development, and Academic Service) yang dilaksanakan di luar negeri.

Upacara pemberangkatan dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, jajaran Forkopimda, unsur TNI dan Polri, Ketua Tanfidziyah PCNU Bojonegoro, perwakilan BPJS, Rektor UNUGIRI, jajaran wakil rektor, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Saifuddin Idris, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, para dekan, Direktur Direktorat, Direktur Pascasarjana, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.

Pada tahun ini, KKN PINTAR mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat untuk Akselerasi Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif: Menggali Potensi, Mengembangkan Destinasi,” sedangkan KKN CERDAS mengangkat tema “Mengukuhkan Kemitraan Strategis untuk Akselerasi Ekosistem Pendidikan Global Berkualitas.” Kedua tema tersebut menjadi arah pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi KKN, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pelaksanaan KKN 2026 merupakan kelanjutan dari rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Penlat) yang telah dilaksanakan sepanjang Juli 2026. Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa dipersiapkan untuk memetakan potensi wilayah, menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan selama masa pengabdian.

Khusus pada skema KKN PINTAR, pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif menjadi fokus utama program. Arah tersebut selaras dengan berbagai hasil kajian akademik UNUGIRI, salah satunya melalui lahirnya Padangan Wonderful Bojonegoro, sebuah paket wisata terpadu berbasis potensi lokal yang telah diluncurkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai implementasi rekomendasi hasil riset perguruan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan potensi daerah melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Bupati Bojonegoro: KKN Menjadi Ruang Belajar Kepemimpinan dan Pengabdian

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan Kuliah Kerja Nyata sebagai ruang belajar yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Menurutnya, KKN bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan memimpin, berkoordinasi, bekerja sama, serta memahami kehidupan sosial dengan berbagai karakter masyarakat yang berbeda.

“Adik-adik mahasiswa tentu sudah memahami tujuan Kuliah Kerja Nyata. Di sinilah kalian belajar menjadi pemimpin, belajar berkoordinasi, bekerja sama, dan bersosialisasi dengan masyarakat yang memiliki budaya, adat istiadat, serta karakter yang berbeda-beda. Ini juga menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah sekaligus memahami secara langsung berbagai potensi maupun persoalan yang dihadapi masyarakat desa,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan KKN relatif singkat sehingga mahasiswa perlu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat sejak awal penugasan. Ia berharap tema KKN tahun ini mampu menghasilkan rekomendasi akademik yang dapat mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Waktu KKN hanya sekitar satu bulan, karena itu saya berharap adik-adik segera beradaptasi, menjalin komunikasi dengan pemerintah desa, perangkat desa, dan para tokoh masyarakat. Tema KKN tahun ini sangat relevan dengan pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif. Saya berharap hasil pengabdian dan laporan yang disusun mahasiswa nantinya tidak hanya bermanfaat bagi desa lokasi KKN, tetapi juga dapat menjadi rujukan akademik bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, baik di Bojonegoro maupun di daerah lain seperti Lamongan, Jombang, Tuban, dan Blora,” tuturnya.

Ketua BPP: Jaga Integritas dan Nama Baik Kampus

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, Saifuddin Idris, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program KKN UNUGIRI. Menurutnya, tema KKN tahun ini sejalan dengan arah pengembangan kampus yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat melalui pengembangan potensi daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bojonegoro beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin dengan UNUGIRI. Tema KKN tahun ini selaras dengan visi dan misi kampus sebagai perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Melalui pengembangan destinasi wisata, pemberdayaan UMKM, dan penguatan ekonomi kreatif, kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kepada seluruh peserta KKN, Saifuddin berpesan agar menjaga etika, menghormati budaya setempat, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pihak di lokasi pengabdian. Menurutnya, keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh kualitas program kerja, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa beradaptasi dengan masyarakat.

“Saya berpesan kepada seluruh peserta KKN, baik yang bertugas di dalam negeri maupun di luar negeri, agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan terhadap budaya dan adat istiadat masyarakat setempat. Sebagaimana pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormatilah budaya yang ada, patuhilah arahan Dosen Pembimbing Lapangan, bangun koordinasi yang baik dengan kepala desa, perangkat desa, serta para tokoh masyarakat. Insyaallah, apabila semua itu dijalankan dengan baik, program-program KKN akan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bagi diri kalian sendiri.”

Rektor: Mahasiswa Hadir Membawa Solusi dan Memberikan Manfaat

Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Ma’arif, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Tahun 2026 mengusung dua skema pengabdian, yaitu KKN PINTAR sebagai skema nasional dan KKN CERDAS sebagai skema internasional. KKN PINTAR dilaksanakan selama 30 hari, mulai 29 Juli hingga 29 Agustus 2026, sedangkan KKN CERDAS berlangsung selama 28 hari, mulai 29 Agustus hingga 26 September 2026, dengan lokasi pengabdian di Malaysia dan Thailand. Untuk KKN PINTAR, mahasiswa akan ditempatkan di lima kabupaten, yakni Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Jombang di Provinsi Jawa Timur, serta Kabupaten Blora di Provinsi Jawa Tengah yang mencakup 17 kecamatan dan 58 desa.

“Tahun ini UNUGIRI melaksanakan dua skema Kuliah Kerja Nyata, yaitu KKN PINTAR sebagai skema nasional dan KKN CERDAS sebagai skema internasional. Melalui kedua skema tersebut, kami ingin memberikan pengalaman pengabdian yang lebih luas kepada mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Rektor juga memohon arahan dan dukungan dari Bupati Bojonegoro serta Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI agar pelaksanaan KKN dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di hadapan seluruh peserta upacara, ia berpesan agar mahasiswa meluruskan niat dalam menjalankan pengabdian, menjaga nama baik almamater, serta menjadikan KKN sebagai ruang belajar bersama masyarakat.

“Kami memohon arahan, bimbingan, dan dukungan dari Bapak Bupati Bojonegoro serta Ketua BPP UNUGIRI agar pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan dengan baik. Kepada seluruh mahasiswa, niatkan pengabdian ini dengan sebaik-baiknya. Insyaallah, apabila diawali dengan niat yang baik, Allah SWT akan memberikan kemudahan dalam setiap langkah pengabdian. Atas nama sivitas akademika UNUGIRI, kami juga memohon maaf apabila dalam proses persiapan maupun pelaksanaan masih terdapat berbagai kekurangan. Semoga KKN Tahun 2026 ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi seluruh mahasiswa,” tuturnya.

Rangkaian upacara pemberangkatan KKN UNUGIRI Tahun 2026 ditutup dengan prosesi simbolis penerbangan balon ke udara yang dipimpin oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Rektor UNUGIRI M. Jauharul Ma’arif. Prosesi diawali dengan hitungan bersama “tiga, dua, satu”, yang disambut antusias oleh seluruh peserta upacara sebelum balon diterbangkan sebagai tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai daerah.

Penerbangan balon tersebut menjadi simbol pelepasan mahasiswa KKN untuk mengemban amanah pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, UNUGIRI berharap seluruh peserta KKN mampu menjalankan program kerja yang telah dirancang, memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Pilih Bahasa »