44 Mahasiswa FIK UNUGIRI Diyudisium, Ketua BPP Dorong Lulusan Farmasi Lanjut Profesi Apoteker

unugiri.ac.id Bojonegoro – Sebanyak 44 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro mengikuti Yudisium Sarjana ke-VIII Fakultas Ilmu Kesehatan UNUGIRI Tahun 2026, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Smartclass UNUGIRI tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa sebelum mengikuti prosesi wisuda. Yudisium sekaligus menjadi momentum pengukuhan capaian akademik setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan di Fakultas Ilmu Kesehatan.

Yudisium diikuti oleh 44 mahasiswa dan dihadiri unsur Badan Pembina Perguruan (BPP) UNUGIRI, jajaran rektorat, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan Fakultas Ilmu Kesehatan.

Yudisium Menjadi Jeda Sebelum Mengabdi

Rangkaian kegiatan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Yudisium secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa, Tika Roro Anti.

Dalam sambutannya sebagai perwakilan mahasiswa, Tika menyampaikan bahwa yudisium bukan menjadi akhir dari perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

“Yudisium ini bukanlah akhir. Ini adalah jeda untuk kita menarik napas sebelum kita berlari mengabdi di dunia nyata,” ujar Tika.

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi para lulusan bahwa selesainya masa studi di perguruan tinggi merupakan awal dari perjalanan baru. Bekal ilmu, pengalaman, dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.

Ketua BPP: Lulusan Farmasi Memiliki Peluang Berkontribusi di Masyarakat

Pesan kepada para lulusan juga disampaikan Ketua BPP UNUGIRI. Ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal untuk menentukan langkah dan membangun masa depan.

“Setelah lulus, ini bukan akhir, tetapi baru awal. Rencanakan langkah terbaik untuk masa depan, apakah mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Menurutnya, lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan, khususnya bidang Farmasi, memiliki peluang yang luas untuk berkontribusi di tengah masyarakat melalui kompetensi yang telah diperoleh selama pendidikan.

“Dengan keahlian yang dimiliki, lulusan Farmasi memiliki peluang yang besar untuk berkontribusi di masyarakat,” lanjutnya.

Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk tidak berhenti mengembangkan diri setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi.

“Karena itu, saya mendorong seluruh lulusan untuk terus berdoa, berikhtiar, dan memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan ke Pendidikan Profesi Apoteker yang insyaallah akan segera hadir di UNUGIRI.”

Dorongan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam yudisium, khususnya bagi lulusan Farmasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja serta pelayanan kesehatan di masyarakat.

Apresiasi Penelitian Terbaik

Selain pengukuhan kelulusan, Yudisium Sarjana ke-VIII Fakultas Ilmu Kesehatan UNUGIRI juga memberikan apresiasi terhadap mahasiswa dengan penelitian terbaik.

Penghargaan penelitian terbaik diberikan kepada Satriyo Tantyo Danu Saputro sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan karya ilmiah yang dihasilkan selama menyelesaikan pendidikan.

Apresiasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yudisium sekaligus menunjukkan pentingnya karya ilmiah sebagai bagian dari proses pendidikan mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan.

Menatap Dunia Profesional

Yudisium Sarjana ke-VIII Fakultas Ilmu Kesehatan UNUGIRI menjadi momentum bagi 44 mahasiswa untuk menutup satu tahapan pendidikan dan bersiap memasuki dunia profesional.

Setelah melalui proses perkuliahan dan penyelesaian tugas akhir, para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk memberikan manfaat di tengah masyarakat.

Bagi lulusan Farmasi, tantangan berikutnya tidak hanya berkaitan dengan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kompetensi melalui pendidikan profesi dan berbagai jalur pengembangan karier.

Dengan berakhirnya masa studi, perjalanan para lulusan kini memasuki tahap baru. Sebagaimana disampaikan perwakilan mahasiswa, yudisium menjadi jeda untuk menarik napas sebelum kembali melangkah dan mengabdikan ilmu di dunia nyata.

Leave a Reply

Pilih Bahasa »