unugiri.ac.id Bojonegoro – Potensi warisan geologi di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 06 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) 2026. Bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Bojonegoro, mahasiswa mengembangkan gagasan pemanfaatan potensi geologi Desa Jono sebagai bagian dari identitas budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.
Salah satu gagasan yang tengah disusun adalah pengembangan motif batik bertema “Gigi Hiu”. Motif tersebut terinspirasi dari temuan fosil gigi hiu purba di Desa Jono yang menjadi bagian dari potensi warisan geologi kawasan Temayang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian KKN UNUGIRI yang berlangsung pada 29 Juli hingga 28 Agustus 2026. Pengembangan gagasan tersebut diarahkan untuk menghubungkan potensi geologi, budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui produk yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM setempat.
Mengangkat Potensi Geologi Menjadi Identitas Lokal
Desa Jono merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi geologi di Kecamatan Temayang. Di kawasan hutan jati desa tersebut terdapat singkapan batuan yang menyimpan fosil gigi hiu purba. Temuan tersebut menjadi salah satu informasi penting mengenai kondisi lingkungan masa lampau di kawasan Bojonegoro.
Potensi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi antara mahasiswa KKN 06 UNUGIRI dan Disparbud Bojonegoro untuk dikembangkan dalam bentuk produk budaya yang lebih mudah dikenal masyarakat.
Perwakilan Disparbud Kabupaten Bojonegoro, Ade Teguh Priambodo, menjelaskan bahwa pengembangan motif batik bertema gigi hiu merupakan salah satu gagasan awal untuk menghubungkan warisan geologi dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
“Warisan geologi tidak hanya perlu dikenali dan dilindungi, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai gagasan kreatif yang tetap memperhatikan nilai dan karakter lokal. Konsep batik motif gigi hiu ini salah satunya, agar informasi mengenai sejarah geologi Temayang dapat dikenalkan melalui produk budaya,” ujarnya.
Menurut Ade, pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata. Dalam konteks tersebut, mahasiswa KKN dapat berperan melalui proses identifikasi potensi, penyusunan konsep, hingga pendampingan bersama masyarakat.
Kolaborasi Pengembangan Geowisata dan Ekonomi Kreatif
Gagasan motif batik gigi hiu juga berkaitan dengan rencana pengembangan kawasan geowisata di Bojonegoro. Desa Jono memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu lokasi yang mengenalkan aspek warisan geologi kepada masyarakat dan pengunjung.
Ade menyampaikan bahwa pengembangan tersebut dapat melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, pelaku UMKM, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat.
“Ekonomi kreatif menjadi salah satu bagian yang dapat dikembangkan. Melalui produk kreatif seperti batik, keterlibatan UMKM dan Pokdarwis dapat berjalan bersama dengan pengembangan potensi wisata yang ada di kawasan tersebut,” katanya.
Dalam prosesnya, mahasiswa KKN 06 UNUGIRI turut membantu mengembangkan gagasan berdasarkan potensi yang ditemukan di Desa Jono. Konsep motif diharapkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memuat informasi mengenai karakter dan sejarah geologi kawasan Temayang.
Batik sebagai Media Pengenalan Sejarah Geologi
Selain memiliki potensi sebagai produk ekonomi kreatif, gagasan motif batik gigi hiu diarahkan menjadi salah satu media pengenalan sejarah geologi kepada masyarakat. Informasi mengenai fosil dan kondisi lingkungan masa lampau dapat disampaikan melalui narasi yang menyertai produk tersebut.
Pendekatan ini dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata berbasis edukasi, khususnya dalam mengenalkan keberadaan fosil dan formasi geologi di kawasan Zona Kendeng Utara.
KKN 06 UNUGIRI bersama Disparbud Bojonegoro selanjutnya mendorong agar gagasan tersebut dapat dikembangkan melalui keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, potensi geologi Desa Jono tidak hanya dikenalkan sebagai bagian dari kekayaan alam dan sejarah kawasan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi inspirasi bagi produk budaya dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Pengembangan motif batik “Gigi Hiu” saat ini menjadi salah satu gagasan yang disiapkan dalam rangkaian kolaborasi KKN 06 UNUGIRI dengan pemerintah daerah dan masyarakat Desa Jono. Tahapan berikutnya diarahkan pada pematangan konsep serta peluang pengembangannya bersama pelaku UMKM dan kelompok masyarakat setempat.

