unugiri.ac.id Bojonegoro – Upaya mendorong agar hasil penelitian dosen tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga memiliki perlindungan hukum dan peluang komersialisasi, menjadi tujuan utama Workshop Penulisan Paten (Sesi 2) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, Minggu (2 Februari 2026) di Ruang Smartclass UNUGIRI.
Hadirkan Instruktur Nasional Berpengalaman
Workshop ini menghadirkan Felix Pasila, Ph.D, Associate Professor Teknik Elektro Universitas Kristen Petra, sebagai instruktur utama. Ia dikenal sebagai inventor aktif dan konsultan paten dengan rekam jejak lebih dari 25 paten granted serta 2 paten internasional (PCT). Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pendampingan teknis dan praktis dalam menyusun dokumen paten sesuai standar Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) hingga tahap siap submit.

Kepala LPPM UNUGIRI, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat budaya riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian dosen.
“Workshop Penulisan Paten ini merupakan bagian dari komitmen LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri dalam memperkuat budaya riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian dosen. Kami tidak hanya mendorong luaran penelitian dalam bentuk publikasi ilmiah, tetapi juga memastikan inovasi yang dihasilkan memiliki perlindungan hukum serta peluang kebermanfaatan dan komersialisasi melalui paten,” ujarnya.
Pendampingan Intensif Hingga Siap Submit
Kegiatan ini diikuti oleh 54 dosen perwakilan dari seluruh program studi di lingkungan UNUGIRI. Selain peserta internal, workshop ini juga dihadiri oleh dosen dari IKIP PGRI Bojonegoro dan Universitas Wiraraja, yang menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus kebutuhan peningkatan kapasitas penulisan paten serta penguatan jejaring antarperguruan tinggi.
Melalui pendampingan intensif hingga tahap siap submit, LPPM UNUGIRI memastikan peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menyusun draft paten sesuai standar DJKI dengan dukungan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan lebih banyak inventor, memperkuat ekosistem inovasi kampus, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat,” pungkas Ivan.

