unugiri.ac.id Bojonegoro – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar kegiatan Refreshment Pra Surveillance Sistem Manajemen Mutu Pendidikan ISO 21001:2018 bersama PT Sakti Indonesia, Senin 26 Januari 2026 di Ruang Smartclass.
Refreshment untuk Penguatan Pemahaman Unit Kerja
Kepala LPM UNUGIRI Bojonegoro, Dr. Saeful Anwar, M.Fil.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan penyegaran kepada seluruh unit kerja agar semakin siap menghadapi audit surveillance ISO 21001:2018.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk memberikan refreshment kepada seluruh unit kerja, agar memahami kembali penerapan ISO 21001:2018 secara utuh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kesiapan menghadapi audit tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen.
“Yang kami dorong adalah implementasi sistem manajemen mutu yang benar-benar berjalan dalam aktivitas akademik dan nonakademik,” tegasnya.
SMOP sebagai Instrumen Manajemen Pendidikan
Pemateri dari PT Sakti Indonesia, Wasis Swo Leksana, S.T., M.M., menjelaskan bahwa ISO 21001:2018 mengatur Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) sebagai alat manajemen bagi institusi pendidikan.
“SMOP membantu organisasi pendidikan menyusun kebijakan dan prosedur yang terstruktur, sehingga kebutuhan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta pemangku kepentingan lainnya dapat terpenuhi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penerapan SMOP juga bertujuan meningkatkan kualitas dan layanan pendidikan.
“Melalui SMOP, interaksi antar pihak terkait dapat ditingkatkan pada level yang lebih baik dan berorientasi pada mutu,” tambahnya.
Audit Surveillance Wajib Dilaksanakan
Terkait audit surveillance, pemateri menegaskan bahwa proses ini merupakan kewajiban bagi institusi yang telah memperoleh sertifikat ISO 21001:2018.
“Audit surveillance dilakukan untuk memastikan tindak lanjut hasil audit sebelumnya telah dilaksanakan dan tidak terjadi pengulangan temuan,” ungkapnya.
“Selama sistem dijalankan secara konsisten, institusi akan mampu mempertahankan sertifikat ISO dengan hasil yang baik,” lanjutnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa ISO 21001:2018 dapat diterapkan pada berbagai jenis organisasi pendidikan tanpa memandang ukuran dan metode pembelajaran.
“Standar ini berlaku bagi organisasi pendidikan yang menggunakan kurikulum untuk mendukung pengembangan kompetensi melalui pengajaran, pembelajaran, maupun penelitian,” pungkasnya.

