unugiri.ac.id Bojonegoro – Bidang Media & Publikasi Direktorat Kerja Sama, Riset, dan Inovasi (KRI) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur (KPID Jatim) menggelar Pelatihan Jurnalistik Dasar bagi mahasiswa se-Bojonegoro, Rabu (11/2/2026), bertempat di Ruang Smartclass UNUGIRI.
Sebanyak 45 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Bojonegoro mengikuti kegiatan yang bertujuan memperkuat kapasitas literasi media, etika jurnalistik, serta pemahaman dasar broadcasting di era digital.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, Direktur KRI UNUGIRI, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, perwakilan Kodim, Polres, KPID Jawa Timur, Dinas Kominfo, serta para peserta.
Momentum Penguatan Branding Kampus
Direktur KRI UNUGIRI, Lisa Aminatul M, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi strategis tersebut. Ia menilai pelatihan jurnalistik dasar menjadi momentum penting bagi penguatan citra dan branding kampus.
“Dengan pelatihan ini diharapkan mahasiswa dan dosen mendapatkan bekal ilmu untuk membangun branding UNUGIRI. Sebesar apa pun kampus, jika jauh dari media, maka akan sulit dikenal publik,” ujarnya.
Lisa juga berharap kerja sama antara UNUGIRI, IJTI, dan KPID Jatim dapat berlanjut secara berkesinambungan guna mendorong penguatan kapasitas akademik dan publikasi kampus.
Etika Jadi Penekanan Utama
Ketua IJTI Korda Pantura Raya, Khusni Mubarok, menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik dasar sangat relevan di tengah masifnya arus informasi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat siapa pun berpotensi menjadi penyampai informasi.
“Namun kemudahan itu harus diimbangi dengan etika dan tanggung jawab. Dalam proses jurnalistik ada tahapan cek dan kroscek serta konfirmasi kepada pihak terkait agar informasi berimbang atau cover both side,” jelasnya.
Ia menambahkan, IJTI ingin berbagi pemahaman mengenai cara kerja jurnalistik profesional yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan berdampak positif bagi masyarakat.
Ketua BPP UNUGIRI, Saifuddin Idris, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya pelatihan yang diawali dengan pembacaan salawat Al-Fatih. Ia berpesan agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Waktu tidak akan terulang. Belajarlah dari para suhu dan sampaikan hal-hal baik untuk membangun citra yang positif,” pesannya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Pemkab Bojonegoro, Mahmudin, menekankan pentingnya keseimbangan antara keterampilan teknis dan etika jurnalistik.
“Buatlah berita yang menarik, tetapi tetap berdasarkan fakta. Branding itu penting, namun harus disampaikan secara benar dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia menilai sinergi antara IJTI, KPID Jatim, dan UNUGIRI sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendorong literasi media dan keterbukaan informasi publik.
Penandatanganan MoU Perkuat Sinergi Kelembagaan
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNUGIRI dan IJTI Korda Pantura Raya yang disaksikan jajaran Pemkab Bojonegoro, Forkopimda, serta para peserta. Penandatanganan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, insan pers, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang komunikasi dan media.
Selama pelatihan, mahasiswa mendapatkan materi literasi penyiaran dari KPID Jawa Timur, teknik penulisan berita dan reportase, serta dasar-dasar broadcasting dari anggota IJTI. Melalui kegiatan ini, UNUGIRI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cakap menyampaikan informasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai etika, akurasi, dan tanggung jawab di era transformasi digital.

