unugiri.ac.id Bojonegoro – Sebanyak 1.208 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro resmi dikukuhkan dalam Pengenalan Kehidupan bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Rabu (26/8/2026). Mengusung tema “Giri Muda Bedaya Berdampak untuk Bangsa”, kegiatan berlangsung di halaman belakang kampus UNUGIRI dan menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru memasuki kehidupan perguruan tinggi sekaligus menyiapkan diri menjadi generasi unggul dan berakhlak.
Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Rektor UNUGIRI Bojonegoro, M. Jauharul Ma’arif, melalui pembacaan Surat Keputusan Rektor tentang Pengukuhan Mahasiswa Baru Program Sarjana (S1) Tahun Akademik 2026/2027 dan Program Magister (S2) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Resmi Menjadi Mahasiswa UNUGIRI
Dalam prosesi tersebut, Rektor menyampaikan bahwa dengan dibacakannya surat keputusan pengukuhan, para peserta secara resmi telah menjadi bagian dari keluarga besar UNUGIRI.
“Dengan dibacakannya SK ini, maka dengan resmi dikukuhkan sebagai mahasiswa baru UNUGIRI Bojonegoro,” ungkap M. Jauharul Ma’arif.
Rektor kemudian mengajak seluruh mahasiswa baru untuk bersama-sama memanjatkan doa agar proses pendidikan yang mereka jalani di UNUGIRI dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dan keterampilan yang memadai.
Ia berharap seluruh mahasiswa mampu meraih keberhasilan tidak hanya dalam kehidupan dunia, tetapi juga memiliki bekal untuk kehidupan akhirat. Doa tersebut kemudian diikuti oleh seluruh mahasiswa baru yang hadir.
Dua Bekal: Ilmu dan Akhlakul Karimah
Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, Saifuddin Idris, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di kampus UNUGIRI. Ia menilai pilihan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di UNUGIRI merupakan langkah yang tepat dalam mencari ilmu.
Menurutnya, mahasiswa akan mendapatkan dua keuntungan besar selama menempuh pendidikan di UNUGIRI, yakni bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat.
“Di sini akan mendapatkan dua keuntungan besar, yakni keuntungan dunia dan keuntungan akhirat,” tegasnya.
Keuntungan dunia, lanjutnya, diperoleh melalui ilmu pengetahuan yang dipelajari mahasiswa sesuai bidang masing-masing, termasuk teknik, informatika, matematika, dan berbagai bidang keilmuan lainnya. Sementara keuntungan akhirat dibangun melalui pendidikan karakter dan akhlakul karimah.
“Itulah mengapa saya katakan kalian tidak salah menginjakkan kaki di UNUGIRI Bojonegoro,” tuturnya.
Mahasiswa Dituntut Mandiri dan Kreatif
Mewakili Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, turut memberikan pesan kepada mahasiswa baru.
Ia menegaskan bahwa setelah dikukuhkan sebagai mahasiswa, terdapat perubahan pola belajar dan kehidupan yang harus mulai disadari. Kehidupan mahasiswa, menurutnya, berbeda dengan ketika masih menjadi siswa di sekolah.
“Sesuai SK yang dibacakan Rektor UNUGIRI Bojonegoro, Anda sudah menjadi mahasiswa. Anda harus mengubah cara berpikir dan cara berkehidupan, karena berbeda jauh saat menjadi siswa,” pesannya.
Kusnandaka menjelaskan, ketika masih menjadi siswa, proses pendidikan cenderung banyak diarahkan secara top-down. Sementara di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut memiliki kemandirian dalam belajar, berpikir, berkreasi, dan berkreativitas.
“Dan saya yakin Anda akan berhasil di kelak kemudian hari,” tambahnya.
Giri Muda Harus Punya Prestasi dan Nilai Lebih
Kusnandaka juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang berasal dari luar Kabupaten Bojonegoro. Ia berpesan agar mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan budaya serta kehidupan sosial masyarakat Bojonegoro.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah dapat menjadi bagian dari kekayaan lingkungan akademik UNUGIRI.
“Bojonegoro sebagai daerah yang makmur dan membanggakan maka menjadi tantangan bagi Giri Muda,” kata Kusnandaka.
Ia menilai keputusan memilih UNUGIRI sebagai tempat menempuh pendidikan merupakan pilihan yang tepat. Selain memiliki lokasi yang strategis di jalur utama masuk Kabupaten Bojonegoro, keberadaan kampus tersebut juga menjadi bagian dari wajah pendidikan tinggi di daerah.
Namun, menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menargetkan kelulusan selama menempuh pendidikan.
“Empat tahun ke depan bukan hanya lulus tentunya. Tetapi harus mempunyai suatu prestasi, kebanggaan, dan nilai lebih. Karena jika tidak punya kelebihan, akan ketinggalan dari sekelilingnya,” paparnya.
Orang Tua Titip Pendidikan Anak kepada UNUGIRI
Sementara itu, mewakili wali mahasiswa, KH. Saifurrohmah Dimyati menyampaikan kepercayaan orang tua kepada UNUGIRI untuk mendidik mahasiswa baru selama menempuh pendidikan.
Ia menyerahkan proses pendidikan anak kepada para pengajar di UNUGIRI, sembari menegaskan bahwa orang tua akan tetap mengawal perjalanan pendidikan anak melalui doa dan dukungan.
“Tolong manakala ada kekurangan yang terjadi kepada mahasiswa, mereka adalah anak-anak yang masih belajar. Saya yakin pengelola menangani dengan baik. Ingat anak-anakku, hari ini saya pasrahkan, jadilah mahasiswa yang terbaik,” pesan Gus Saif.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan latar belakang sebagai alasan untuk membatasi diri. Setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang dan menentukan masa depannya melalui proses yang dijalani.
“Karena itu, mulai hari ini mari kita memperbaiki nasib kita menjadi manusia-manusia yang unggul dalam kehidupan. Kami bangga dan puas kepada UNUGIRI Bojonegoro,” pungkasnya.
Ditandai Penyematan Almamater
Prosesi PKKMB kemudian ditandai dengan penyematan tanda peserta dan pemakaian almamater kepada mahasiswa baru. Rangkaian pembukaan juga ditandai dengan pemotongan balon terbang oleh Sekretaris Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Faishal Aminuddin. Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan pencak silat dan reog yang turut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru.
Melalui PKKMB Tahun Akademik 2026/2027, mahasiswa baru UNUGIRI diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan akademik dan kehidupan kampus, tetapi juga mulai membangun karakter, kemandirian, kreativitas, serta semangat untuk menghasilkan prestasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sebanyak 1.208 mahasiswa baru tersebut selanjutnya akan menjalani rangkaian PKKMB hingga Jumat (28/8/2026) sebagai tahap awal perjalanan mereka menjadi bagian dari keluarga besar UNUGIRI Bojonegoro.
Teks: Parto

