unugiri.id Bojonegoro – Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar Seminar Internasional: International Academic Networking and Collaboration Forum 2026 pada Senin (8/6/2026) di Auditorium KH. Hasyim Asy’ari, Gedung Rektorat lantai 3. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperluas jejaring akademik internasional, memperkuat budaya riset, serta mendorong lahirnya kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Mula Agung Barata, S.S.T., M.Kom Kaprodi Teknik Informatika UNUGIRI. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, khususnya dari bidang teknologi informasi, sebagai upaya memperluas wawasan tentang perkembangan teknologi, riset, dan pentingnya kolaborasi akademik lintas negara.
Mahasiswa IT Didorong Menjadi Pelopor Inovasi Teknologi
Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, Drs. H. Saifuddin Idris, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa teknologi informasi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin berbasis digital.
“Mahasiswa IT harus terdepan dalam riset dan pengembangan teknologi. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pencipta inovasi yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat. Kampus harus menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang berdampak bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan riset perlu terus diasah sejak di bangku kuliah agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja maupun perkembangan ilmu pengetahuan yang bergerak sangat cepat.
“Perkembangan teknologi berlangsung begitu cepat. Karena itu, mahasiswa perlu membangun budaya belajar yang kuat, meningkatkan kemampuan kolaborasi, serta aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan melalui berbagai forum akademik, termasuk seminar internasional seperti ini,” tambahnya.
Pembelajaran IT Tidak Dibatasi Ruang dan Jarak
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNUGIRI, M. Jauhar Vikri, M.Kom., menyampaikan bahwa mahasiswa bidang teknologi informasi memiliki akses yang sangat luas untuk mengembangkan kompetensinya melalui berbagai sumber belajar global.
“Belajarnya anak IT tidak terbatas oleh jarak. Saat ini, mahasiswa dapat mengakses berbagai sumber pengetahuan dari mana saja, berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan belajar langsung dari perkembangan teknologi di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan terhadap perkembangan global perlu diimbangi dengan kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Kesempatan untuk belajar saat ini sangat terbuka. Karena itu, mahasiswa harus memiliki semangat untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas jejaring akademik, dan tidak ragu untuk berkompetisi pada level yang lebih tinggi. Kami berharap mahasiswa FST UNUGIRI mampu menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing global,” tuturnya.
Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional
Melalui seminar internasional ini, UNUGIRI tidak hanya menghadirkan ruang transfer pengetahuan dari para narasumber, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi akademik yang menjadi salah satu kunci dalam pengembangan pendidikan tinggi di era global.
Forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi, sekaligus membuka perspektif baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

