unugiri.ac.id Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menggelar webinar internasional bertajuk “Evidence-Based Industrial Pharmacy Development: From Natural Product Authentication to Advanced Drug Delivery Systems” pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan akademisi dari kedua institusi dan diikuti oleh mahasiswa serta umum.
Seminar mengangkat tema “Evidence-Based Industrial Pharmacy Development: From Natural Product Authentication to Advanced Drug Delivery Systems”. Dua narasumber utama dihadirkan dalam forum ilmiah ini, yakni Mazlina Mohd Said dari UKM dan Ahmad Al-Bari, dosen Farmasi UNUGIRI, dimoderatori oleh Ria Indah Kusuma Pitaloka. Kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa UNUGIRI serta masyarakat umum, sebagai bagian dari upaya diseminasi ilmu pengetahuan lintas negara.
Komitmen Penguatan Jejaring Internasional
Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, Saifuddin Idris, menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi salah satu fokus strategis dalam pengembangan institusi.
Menurutnya, UNUGIRI terus melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan, baik dari sisi akademik, tata kelola, maupun jejaring kerja sama global. Hal ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi kampus sebagai perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
“UNUGIRI tidak berhenti pada capaian yang ada saat ini. Kami terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, termasuk memperluas jejaring internasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset. Kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia ini merupakan bagian dari upaya tersebut,” ujar Saifuddin.
Ia juga menambahkan bahwa kemitraan internasional diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen dalam hal pertukaran ilmu, penelitian bersama, serta peningkatan kapasitas akademik.
“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap sivitas akademika UNUGIRI dapat memperoleh pengalaman global yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Ini menjadi pijakan penting dalam mendorong UNUGIRI menuju perguruan tinggi unggul,” imbuhnya.
Peran Fakultas dalam Penguatan Akademik
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNUGIRI, Nawafila Februyani, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seminar internasional tersebut.
Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas akademik, khususnya di bidang farmasi industri dan pengembangan obat berbasis bukti (evidence-based). Tema yang diangkat dinilai relevan dengan tantangan dunia kesehatan saat ini yang menuntut inovasi berbasis riset.
“Kami menyambut baik terselenggaranya International Seminar ini sebagai ruang ilmiah yang mempertemukan perspektif global dan lokal. Materi yang disampaikan menarik dan bagus, terutama dalam pengembangan industri farmasi, mulai dari autentikasi bahan alam hingga sistem penghantaran obat modern,” jelas Nawafila.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya berdampak pada peningkatan wawasan mahasiswa, tetapi juga mendorong dosen untuk terus mengembangkan kompetensi dan jejaring riset.
“Kolaborasi dengan akademisi dari luar negeri memberikan sudut pandang baru bagi kami. Ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat budaya riset di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan,” tambahnya.
Pelaksanaan seminar ini menjadi salah satu bentuk konkret internasionalisasi pendidikan tinggi yang kini menjadi tuntutan global. Melalui forum ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai perkembangan terbaru dalam bidang farmasi industri, termasuk pendekatan ilmiah dalam pengembangan obat yang lebih efektif dan aman.

