CEO Pulang Kampung

  • -

CEO Pulang Kampung

Category : Uncategorized

CEO Pulang Kampung

oleh Aprilia Susanti

UnugiriNews–Lagu shubanul wathon menggema di gedung serbaguna Bojonegoro Sabtu, 12 Oktober 2019 sebagai pembuka acara studium general. Acara yang dibuka oleh MC itu menghadirkan Supramu Santosa, M.B.A.

“Pak Pramu ini tidak hanya sukses secara nasional tapi juga internasional. Kami harap Pak Pramu bisa berbagi kiat sukses berentrepreneurship pada mahasiswa kami,” ungkap Dr. Ridwan Hambali, Lc., M.A., rektor Unugiri Bojonegoro.

Supramu Santosa merupakan pria asal sebuah desa kecil di Bojonegoro. CEO supreme energy itu mengenyam bangku pendidikan SD hingga SMA di Bojonegoro. Tujuh tahun usai lulus, ia berhasil menembus seleksi penerimaan di University of California at Berkeley.

“Enterpreneur adalah orang yang bisa melihat kesempatan dan mampu menggerakkan perubahan,” jelas pria flamboyan itu.

Supramu membeberkan kiat sukses hidupnya. Diawali dengan personality traits, seseorang harus kuat ditempa dengan berbagai tantangan hidup. Pengalamannya sebagai kuli angkut dan supir forklift membuat Supramu muda menjadi lebih kuat dan tak pernah melepaskan mimpinya menjadi seorang pemimpin.

Dengan mental yang gigih, seseorang harus mampu memimpin dan memberdayakan resources yang ada. Hal lain yang menjadi kunci utama kesuksesan menurut Supramu adalah kuasa Tuhan YME. Pria yang menjadi penyantun dana di Unugiri itu mengaku banyak keajaiban yang terjadi dalam hidupnya atas kuasa Tuhan.

Dengan lantang, ia menceritakan saat ditolak mendaftar di kampusnya.
“Sir, saya sudah menunggu tujuh tahun untuk datang ke negeri ini. Kalau saya ditolak, Anda membunuh mimpi saya. Jika memang ini sulit, coba berikan saya satu semester untuk membuktikan saya bisa. Terbukti saya menyelesaikan S1 dan S2 dalam kurun waktu 3 tahun dengan nilai A,” tukas Supramu bergetar.

Acara yang digelar tiga jam itu semakin meriah saat sesi tanya jawab. Beberapa mahasiswa berebut untuk bertanya. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan santai dan tegas oleh salah satu dari 12 orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia itu.

“Pikiran saya menjadi terbuka dan saya jadi lebih semangat. Ternyata orang desa bisa kuliah di luar negeri,” jelas Cucuk Supriyanto, mahasiswa FKIP Unugiri. [ap]

 

Koleksi foto