Pengumuman Daftar Pembimbing Skripsi 2019/2020

Category : Fakultas

Berikut Daftar Pembimbing Skripsi UNUGIRI 2019/2020.

1. FST dan FKIP

2. FIK

Bagi nama yang belum tercantum harap menghubungi Dekan Masing-masing.

Panitia Skripsi






Lawatan Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A.

Category : News

Lawatan Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A.

BOJONEGORO, Unugiri.ac.id.– Mendung siang itu bisa jadi bergelayut di langit bumi Angling Dharma, tapi tidak dengan semangat seluruh civitas akademika IAI Sunan Giri dan Unugiri Bojonegoro. Pasalnya, siang itu (11/12) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A. hadir dalam seminar nasional di gedung serbaguna Bojonegoro.

Syaiful Anwar, moderator seminar bertema Islam Nusantara solusi radikalisme ini membuka acara dengan menceritakan tentang radikalisme dari segi historis Islam.

Sebagai pembicara pertama, Dr. H. Mundzar Fahman, M.M., mendefinisikan radikalisme sebagai corak pemikiran yang hendak mengganti ideologi tertentu walaupun dengan jalan kekerasan. Ia menegaskan bahwa nama baik Islam dirusak oleh aksi terorisme. “Ini bertentangan dengan konsep Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas mantan rektor Unugiri itu.

Sebagai pembicara kedua, Agus Sholahuddin, membeberkan tentang geopolitik dan pergerakan trans nasional. Ia juga menceritakan tentang sejarah radikalisme saat perang antara Sayidina Ali dan Muawiyah. Dewan pakar Aswaja center NU Bojonegoro itu kemudian menjelaskan tentang Arab Spring dan pergulatan politiknya. “Hari ini sejarah terulang. Dengan pola yang mirip, ada aktor-aktor yang memang menginginkan deligitimasi melalui propaganda dengan menciptakan ketidakpercayaan pada pemerintah,” jelasnya.

Acara yang sempat terhenti sekejap karena hujan angin itu juga dihadiri oleh bupati Bojonegoro, ketua DPRD, kepala Kemenag, Kapolres, Kapolsek, Dandim, ketua syuriah, PCNU, majelis wakil cabang NU seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Muslimat, Ansor, fatayat, dan tamu undangan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua BPPTNU Bojonegoro, Drs. H. Muslih Fattah, S.H., M.Hum. dan ketua Tanfidziah PCNU Bojonegoro, dr. H. Cholid Ubed, Sp. PD.

“Timur tengah gagal dalam membangun kebersamaan. Secara individu, banyak orang pintar di sana. Tapi untuk membangun tatanan budaya politik dan agama, mereka gagal. Sedangkan, Indonesia dengan keberagaman berhasil hidup dengan harmonis. Indonesia tidak termasuk yg diprediksi oleh Samuel Huntington, bahwa keberagaman tidak menjadi masalah. Artinya kita sudah memiliki struktur yg sangat ideal,” tegas Said Aqil disambut gemuruh tepuk tangan peserta seminar.

“NU tidak terpengaruh sedikitpun dengan prediksi Samuel P Huntington yang mengatakan bahwa agama dan budaya adalah penyebab perpecahan di suatu negara. NU hadir untuk mengawinkan agama dan budaya,” lanjutnya.

Menutup acara, Yogi Prana Izza, Lc., M.A. menyimpulkan diskusi bahwa Indonesia sudah selesai dengan masalah agama dan nasionalisme. Sedangkan, Timur tengah sedang menyelesaikan masalah ini. Jadi ideologi tersebut tidak perlu dibawa ke Indonesia.

Sebagai ketua umum PBNU, Said Aqil siap menggempur radikalisme di kalangan mahasiswa dan kampus. Sesuai tema seminar, Islam Nusantara bisa menjadi solusi radikalisme. [Apr/Unu]




CEO Pulang Kampung

Category : News

CEO Pulang Kampung

oleh Aprilia Susanti

UnugiriNews–Lagu shubanul wathon menggema di gedung serbaguna Bojonegoro Sabtu, 12 Oktober 2019 sebagai pembuka acara studium general. Acara yang dibuka oleh MC itu menghadirkan Supramu Santosa, M.B.A.

“Pak Pramu ini tidak hanya sukses secara nasional tapi juga internasional. Kami harap Pak Pramu bisa berbagi kiat sukses berentrepreneurship pada mahasiswa kami,” ungkap Dr. Ridwan Hambali, Lc., M.A., rektor Unugiri Bojonegoro.

Supramu Santosa merupakan pria asal sebuah desa kecil di Bojonegoro. CEO supreme energy itu mengenyam bangku pendidikan SD hingga SMA di Bojonegoro. Tujuh tahun usai lulus, ia berhasil menembus seleksi penerimaan di University of California at Berkeley.

“Enterpreneur adalah orang yang bisa melihat kesempatan dan mampu menggerakkan perubahan,” jelas pria flamboyan itu.

Supramu membeberkan kiat sukses hidupnya. Diawali dengan personality traits, seseorang harus kuat ditempa dengan berbagai tantangan hidup. Pengalamannya sebagai kuli angkut dan supir forklift membuat Supramu muda menjadi lebih kuat dan tak pernah melepaskan mimpinya menjadi seorang pemimpin.

Dengan mental yang gigih, seseorang harus mampu memimpin dan memberdayakan resources yang ada. Hal lain yang menjadi kunci utama kesuksesan menurut Supramu adalah kuasa Tuhan YME. Pria yang menjadi penyantun dana di Unugiri itu mengaku banyak keajaiban yang terjadi dalam hidupnya atas kuasa Tuhan.

Dengan lantang, ia menceritakan saat ditolak mendaftar di kampusnya.
“Sir, saya sudah menunggu tujuh tahun untuk datang ke negeri ini. Kalau saya ditolak, Anda membunuh mimpi saya. Jika memang ini sulit, coba berikan saya satu semester untuk membuktikan saya bisa. Terbukti saya menyelesaikan S1 dan S2 dalam kurun waktu 3 tahun dengan nilai A,” tukas Supramu bergetar.

Acara yang digelar tiga jam itu semakin meriah saat sesi tanya jawab. Beberapa mahasiswa berebut untuk bertanya. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan santai dan tegas oleh salah satu dari 12 orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia itu.

“Pikiran saya menjadi terbuka dan saya jadi lebih semangat. Ternyata orang desa bisa kuliah di luar negeri,” jelas Cucuk Supriyanto, mahasiswa FKIP Unugiri. [ap]

 

Koleksi foto